alexametrics

Houthi Tengah Persiapkan Serangan Baru ke Arab Saudi

loading...
Houthi Tengah Persiapkan Serangan Baru ke Arab Saudi
Pemberontak Yaman Haouthi tengah mempersiapkan serangan baru ke Arab Saudi. Foto/Istimewa
A+ A-
SANAA - Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengatakan tengah mempersiapkan serangan baru ke Arab Saudi. Namun serangan itu baru akan dilakukan jika Riyadh tidak menanggapi seruannya untuk menghentikan permusuhan.

"Persiapan besar-besaran sedang dilakukan untuk serangan tidak terbatas dan kuat, yang akan cukup untuk menghancurkan agresor jika upaya damai dan dialog tidak membawa kesuksesan," kata Dewan Politik Tertinggi Houthi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Sputnik dari saluran TV Almasirah, yang dikendalikan kelompok itu Kamis (3/10/2019).

Dewan Politik Tertinggi Houthi mencatat bahwa serangan baru-baru ini terhadap fasilitas minyak Saudi hanyalah puncak gunung es dibandingkan dengan kemampuan pemberontak.



Pada pertengahan September, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Serangan ini mengakibatkan penurunan tajam dalam produksi minyak negara Monarki pemimpin koalisi yang berjuang melawan gerakan pemberontak di Yaman. Gerakan itu kemudian mengumumkan penghentian serangan pesawat tak berawak di Arab Saudi dan meminta koalisi untuk mengikutinya.

Setelah Houthi mengumumkan penghentian serangan mereka di Arab Saudi, laporan media muncul yang menyatakan bahwa Arab Saudi telah menyetujui gencatan senjata sebagian. Klaim itu, bagaimanapun, kemudian dibatalkan oleh Houthi yang mengatakan bahwa serangan udara Saudi berlanjut.

Riyadh sendiri mengklaim bahwa serangan terhadap fasilitas minyaknya telah dilakukan oleh Iran, bukan Houthi. Saudi mengatakan gerakan pemberontak tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan serangan itu. Teheran membantah memiliki peran dalam insiden itu, menyebut klaim itu rencana Amerika Serikat (AS)-Saudi.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak