alexametrics

Pamer Rudal Hipersonik dan Drone Siluman

Jinping Sesumbar Tidak Ada Kekuatan yang Mampu Hentikan China

loading...
Jinping Sesumbar Tidak Ada Kekuatan yang Mampu Hentikan China
China memamerkan kendaraan peluncur rudal hipersonik berkemampuan nuklir pada pawai akbar di Lapangan Tiananmen. Foto/Istimewa
A+ A-
BEIJING - China memamerkan kendaraan peluncur rudal hipersonik berkemampuan nuklir dan memamerkan teknologi militer terbaru lainnya pada pawai akbar di Lapangan Tiananmen. Pawai ini menandai peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

Setelah upacara pengibaran bendera, Presiden Xi Jinping berbicara kepada seluruh warga China. Ia juga memuji pencapaian negara selama tujuh dekade dan merasa optimisme tentang masa depan China.

"Orang-orang China berhasil berdiri di atas kaki mereka dan memulai perjalanan besar peremajaan nasional," katanya.



"Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang-orang China dan bangsa China maju terus," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (1/10/2019).

Untuk mengantar dalam parade, 56 meriam yang melepaskan 70 kali tembakan untuk menandai perayaan tersebut. Angka 56 mewakili salah satu kelompok etnis minoritas resmi China.

Beijing menampilkan beberapa perangkat keras militernya yang paling canggih, termasuk Dongfeng-17 (DF-17), kendaraan peluncur hipersonik yang terpasang pada rudal balistik jarak pendek-menengah. Rudal ini diyakini memiliki kemampuan untuk membobol salah satu sistem pertahanan rudal yang saat ini digunakan oleh musuh.

China juga menampilkan drone pengintai supersonik baru, DR-8. Drone ini akan digunakan Beijing sebagai platform sensor bersama dengan sistem rudal balistik.

Rudal balistik antarbenua (ICBM) tiga tahap dengan jangkauan sekitar 7.500 mil, DF-41 juga melakukan debut. Rudal ini dapat membawa hingga 10 hulu ledak nuklir, masing-masing dapat memilih targetnya sendiri.

ICBM yang lebih tua dan lebih dikenal, DF-5B, juga muncul dengan barisan kendaraan militer yang membawa senjata melintasi Lapangan Tiananmen.

Kelompok-kelompok tentara yang berbaris menyanyikan lagu kebangsaan patriotik ketika Presiden Xi Jinping berjalan menyusuri Chang'an Avenue Beijing dengan sebuah limusin, dengan barisan pasukan, tank dan kendaraan militer lainnya ditutup, meneriakkan slogan-slogan.

Setelah pasukan memamerkan perlengkapan mereka, sudah waktunya bagi angkatan udara untuk menunjukkan kekuatannya, dengan jet tempur terbang dalam formasi yang mengesankan dan helikopter yang terbungkus bendera muncul.

Dirayakan pada tanggal 1 Oktober setiap tahun, Hari Nasional China menandai pendirian pemerintah komunis setelah berakhirnya Perang Sipil China pada tahun 1949. Meskipun acara dan festival yang lebih kecil biasanya diadakan secara nasional untuk merayakan acara tersebut, parade besar terakhir untuk menandai perayaan tersebut terjadi pada tahun 2009, untuk peringatan 60 tahun RRC.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak