alexametrics

Menlu Inggris: Iran Sangat Mungkin di Balik Serangan Kilang Minyak Saudi

loading...
Menlu Inggris: Iran Sangat Mungkin di Balik Serangan Kilang Minyak Saudi
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menggaungkan kembali pernyataan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson soal serangan kilang minyak Arab Saudi. Foto/Istimewa
A+ A-
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menggaungkan kembali pernyataan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson soal serangan kilang minyak Arab Saudi. Di mana, Raab mengatakan bahwa London percaya Iran sangat mungkin berada di balik serangan tersebut.

"Inggris percaya, sangat mungkin Iran bertanggung jawab atas serangan yang keterlaluan dan melanggar hukum terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi," kata Raab dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya.

"Kami akan bekerja dengan mitra internasional kami mengenai respons diplomatik yang kuat dan stabilitas di kawasan ini," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (24/9).



Sebelumnya, Johnson mengatakan, Inggris mengaitkan tanggung jawab dengan tingkat probabilitas yang sangat tinggi kepada Iran untuk serangan terhadap kilang minyak Aramco. "Kami kira sangat mungkin memang Iran yang bertanggung jawab," ucap Johnson.

Ditanya apakah Inggris akan mengesampingkan aksi militer, Johnson mengatakan akan mengawasi dengan cermat proposal Amerika Serikat (AS) untuk berbuat lebih banyak guna membantu mempertahankan Arab Saudi.

"Jelas jika kita diminta, baik oleh Saudi atau oleh Amerika, untuk memiliki peran, maka kita akan mempertimbangkan dengan cara apa kita bisa berguna," katanya.

Johnson mengatakan, dia akan membahas tindakan Iran di kawasan Teluk itu dengan Presiden Hassan Rouhani pada pertemuan di Majelis Umum PBB, serta mendorong pembebasan beberapa warga Iran berkebangsaan ganda yang menurutnya ditahan secara ilegal dan tidak adil.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak