alexametrics

Eks Bos Pentagon Ingatkan Konsekuensi Mengerikan jika AS Serang Iran

loading...
Eks Bos Pentagon Ingatkan Konsekuensi Mengerikan jika AS Serang Iran
Bendera Amerika Serikat dipajang di samping bendera Iran di sebuah forum internasional di Jenewa. Foto/REUTERS/Carlos Barria/File Photo
A+ A-
WASHINGTON - Mantan kepala Pentagon, Leon Panetta, memperingatkan konsekuensi mengerikan yang bisa dirasakan Amerika Serikat (AS) jika menyerang Iran untuk merespons serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi. Menurutnya, menggempur Teheran tidak akan terlihat seperti menggempur Suriah.

Para pejabat Washington menuduh Iran sebagai pelaku serangan terhadap kilang minyak Saudi Aramco Saudi di Abqaiq dan Khurais. Teheran membantah tuduhan tersebut, sedangkan kelompok pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan besar-besaran pada 14 September.

"Sebagai seorang menteri, saya selalu khawatir tentang kemungkinan meluncurkan kampanye militer di Iran, karena akan tidak terlihat seperti serangan kami terhadap Suriah," katanya dalam wawancara dengan CNN.



"Iran memiliki kemampuan untuk menggunakan rudal untuk menghantam pasukan kami, merespons dengan menargetkan pangkalan kami dan dengan cepat mengubah dan meningkatkan perang," ujarnya.

Panetta meminta Amerika Serikat untuk berhati-hati dalam memutuskan apakah akan memilih opsi militer dalam hal ini.

"Pasukan kami tidak secara langsung terpengaruh oleh ini (serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco), dan AS harus waspada diseret ke dalam perang oleh Arab Saudi," ujarnya.

Dia menekankan Washington untuk perlu membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan keamanan nasionalnya. "Inilah yang harus kita lakukan di sini, bukan apa yang orang lain katakan dan inginkan," katanya.

"Ya, kita dapat berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Arab Saudi dan negara-negara lain; namun, ketika menyangkut aksi militer, keputusan semacam ini harus diambil oleh AS sendiri dan hanya untuk negara kami," imbuh mantan menteri pertahanan Amerika tersebut.

Sementara itu, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Hossein Salami, mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara musuh Teheran untuk tidak menyerang Iran. Dia mengatakan setiap negara yang menyerang Iran akan menjadi medan perang utama.

Peringatan Jenderal Salami disampaikan hari Sabtu (22/9/2019) setelah AS memutuskan akan mengirim lebih banyak pasukan dan sistem pertahanan rudal ke Teluk untuk melindungi Arab Saudi.

Salami mengatakan Iran siap untuk semua jenis skenario. "Siapa pun yang ingin tanah mereka menjadi medan perang utama, silakan," katanya dalam konferensi pers di Teheran, seperti dikutip dari AFP, Minggu (22/9/2019).

"Kami tidak akan pernah membiarkan perang merambah wilayah Iran," ujarnya. "Kami berharap bahwa mereka tidak membuat kesalahan strategis."

Pada hari Sabtu, IRGC memperlihatkan baterai sistem pertahanan udara Khordad 3 yang diproduksi di dalam negeri yang mereka klaim digunakan untuk menembak jatuh pesawat nirawak AS, RQ-4 Global Hawk beberapa bulan lalu.

"Apa yang dilakukan pesawat tanpa awak di wilayah udara kami? Kami akan menembak jatuh, menembak apa pun yang melanggar batas wilayah udara kami," kata Salami. Menurutnya, Iran telah mengalahkan dominasi teknologi Amerika dalam pertahanan udara dan pembuatan pesawat nirawak.

"Kadang-kadang mereka berbicara tentang opsi militer," kata Salami, merujuk pada para pejabat Amerika. Namun dia memperingatkan bahwa agresi terbatas tidak akan tetap terbatas, karena Iran bertekad untuk merespons dan tidak akan beristirahat sampai agresor runtuh.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak