alexametrics

Bentuk Menyerupai Cawan, China Zun Jadi Ikon Baru Beijing

loading...
Bentuk Menyerupai Cawan, China Zun Jadi Ikon Baru Beijing
Bentuk Menyerupai Cawan, China Zun Jadi Ikon Baru Beijing
A+ A-
BEJING - Didesain seperti cawan untuk minum anggur khas China, CITIC Tower atau dikenal dengan China Zun menjadi ikon baru Beijing. Gedung setinggi 528 meter itu menjadi bangunan tertinggi delapan di dunia diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri China. Zun atau cawan sebenarnya memiliki banyak arti dan simbol karena itu menyangkut abad perunggu.

Awalnya, desain bangunan dibuat oleh Beijing Institute of Architectural Design dan TFP Farrells asal Inggris. Namun, desain gedung itu akhirnya diselesaikan Kohn Pedersen Fox (KPF), yang banyak mendesain banyak gedung pencakar langit di dunia, termasuk Ping An Finance Center di Shenzhen setinggi 600 meter dan Shanghai World Financial Center dengan tinggi 492 meter.

“Bentuk gedung ini seperti zun seharusnya tidak diinterpretasikan secara literal,” kata Direktur KPF Li Lei, dilansir CNN. Dia mengungkapkan, itu seharusnya diartikan simbol negara untuk menggambarkan kemajuan masa lalu. “Gedung itu juga merepresentasikan masa lalu China, masa sekarang, dan masa depan China. Itu mewakili dinamik apa yang diinginkan China seperti apa,” paparnya.



Sebelumnya pemimpin CITIC Group Wuren Wang mengungkapkan kepada Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) bahwa zun menyimbolkan peranan China sebagai bangsa yang beretika. “Gedung itu merepresentasikan negara ini bergerak ke arah baru,” ujarnya. Desain China Zun akan berdampak pada perkembangan arsitektur China, menurut kepala desain KPF Robert Whitlock, pembangunan ibu kota akan menentukan seluruh negara.

“Melihat masa depan China, kamu seharusnya tidak melihat secara fisik, tetapi ekspresi formal di masa lalu,” katanya. Dia menjelaskan, jika suatu negara melihat ke depan, mencoba membangun identitas baik visual dan cultural, maka itu menjadi mekanisme modern yang harus dijalankan. “Gedung itu akan menjadi jalan untuk membuktikan kalau kamu akan menemukan idiom modern dan mampu mengekspresikan elemen budaya China,” jelasnya.

Gedung pencakar langit yang terletak di Distrik Bisnis Pusat Beijing akan menjadi pusat komersial dan keuangan. Distrik seluas 30 hektar yang dulunya adalah pemukiman yang kurang berkembang, kini menjadi pusat bisnis dan spiritual Beijing. Gedung itu juga berdekatan dengan gedung ikonik yang menjadi kantor pusat China Media Group atau dikenal dengan CCTV. Dengan kehadiran China Zun, menurut Whitlock, itu akan mampu mengintegrasikan pusat distrik bisnis di Beijing tersebut.

“Sangat penting bagi perencana kota untuk menciptakan gedung yang bisa menonjol di antara gedung lainnya,” paparnya. Bukan hanya pucak gedung yang berbentuk seperti terompet yang menjadi perhatian, gedung itu juga memiliki bentuk yang unik seperti cawan di bagian bawahnya. “Kita menciptakan gedung yang terlihat transparan bagi orang yang berjalan di sekitar pedestrian,” jelas Whitlock.

China Zun memang menjadi gedung pencakar langit tertinggi kedua di Beijing. Berdasarkan data CTBUH, terdapat lima gedung pencakar langit yang sudah selesai dibangun di Shanghai. Kemudian, sebanyak 11 gedung pencakar langit di atas 300 meter juga sudah selesai dibangun di Guangzhou dan Shenzhen.

Gedung tersebut menggabungkan perkantoran, apartemen, dan hotel. 60 lantai untuk perkantoran khusus untuk CITIC Group dan anak perusahaannya. 20 lantai untuk apartemen mewah. 20 lantai untuk hotel dengan 300 kamar. Sebanyak delapan lantai dipeurntukkan untuk fasilitas perbelanjaan. Lantai teratas digunakan untuk rooftop garden pada ketinggian 524 meter.

Kontroversi juga muncul dengan pembangunan gedung tersebut. Kenapa? Pada lantai 106-107 hingga 108 yang dilengkapi observatorium bisa mengamati dengan detail kompleks Zhongnanhai, kantor pusat Komite Pusat Partai Komunis China dan Dewan Negara Republik Rakyat China. Akhirnya, otoritas keamanan nasional China mengambil alih tiga lantai teratas karena khawatir disewa oleh orang atau kelompok tertentu untuk melakukan spionase terhadap Zhongnanhai.

Para arsitek gedung itu mengungkapkan menyadari tentang kontroversi tersebut. Mereka juga masih berharap kalau lantai untuk observatorium juga bisa diakses publik, bukan hanya digunakan oleh aparat keamanan. Namun, pihak CITIC Group atau otoritas Beijing belum mampu menjelaskan hal tersebut.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak