alexametrics

Iran Tak Terima Dituduh AS Serang Kilang Minyak Terbesar Saudi

loading...
Iran Tak Terima Dituduh AS Serang Kilang Minyak Terbesar Saudi
Asap mengepul di situs pabrik Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, Sabtu (14/9/2019). Foto/REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Pemerintah Iran tidak terima dengan tuduhan Amerika Serikat (AS) sebagai pelaku serangan besar-besaran terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi. Teheran berpendapat tuduhan itu sengaja dilontarkan sebagai dalih bagi AS untuk bertindak terhadap Iran.

"Tuduhan-tuduhan ini dikecam sebagai (tuduhan) yang tidak dapat diterima dan sama sekali tidak berdasar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam konferensi pers yang disiarkan di stasiun televisi negara setempat, Senin (16/9/2019).

Mousavi juga mengatakan bahwa tuduhan AS atas serangan terhadap kilang minyak Aramco, Arab Saudi di Abqaiq dan Khura dimaksudkan untuk membenarkan tindakannya terhadap Iran.



Fasilitas kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang pesawat nirawak secara besar-besaran pada Sabtu pagi pekan lalu. Kilang minyak di Abqaiq adalah yang terbesar yang dimiliki Saudi dan salah satu yang terbesar di dunia. Saudi sejauh ini tidak mengidentifikasi pelaku serangan pesawat nirawak dan hanya menyebutnya sebagai serangan teroris.

Kelompok pemberontak Houthi Yaman telah mengklaim sebagai pelaku serangan. Namun, para pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) tak percaya dengan klaim Houthi. Para pejabat tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri Michael Pompeo, menuduh Iran sebagai pelakunya.

Seorang pejabat senior administrasi Trump yang berbicara kepada ABC News dalam kondisi anonim mengatakan selusin rudal jelajah dan lebih dari 20 pesawat nirawak diluncurkan Iran dari wilayahnya terhadap dua lokasi kilang minyak di Saudi.

"Itu adalah Iran. Para Houthi mengklaim pujian atas sesuatu yang tidak mereka lakukan," katanya.

Pompeo melalui Twitter meragukan klaim Houthi. Dia terang-terangan menuduh Iran sebagai pelakunya. "Tidak ada bukti serangan datang dari Yaman," tulis Pompeo di Twitter.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak