alexametrics

Trump: AS Kokang Senjata untuk Merespons Serangan Minyak Saudi

loading...
Trump: AS Kokang Senjata untuk Merespons Serangan Minyak Saudi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala Pentagon Mark Esper saat mengikuti upacara peringatan serangan 11 September atau 9/11 di Washington. Foto/REUTERS/Alexander Drago
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tahu siapa dalang di balik serangan pesawat nirawak (drone) terhadap kilang minyak Arab Saudi. Menurutnya, senjata Washington siap dikokang dan diisi untuk merespons serangan tersebut.

Kendati demikian, jadi tidaknya aksi militer Amerika tergantung dari konfirmasi dari Riyadh.

"Pasokan minyak Arab Saudi diserang. Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya, (senjata) dikokang dan diisi tergantung pada verifikasi, tetapi sedang menunggu untuk mendengar dari Kerajaan (Arab Saudi) tentang siapa yang mereka percaya adalah penyebab serangan ini, dan dengan ketentuan apa kita akan melanjutkan!," tulis Trump di Twitter.



"Cukup minyak," lanjut Trump yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Senin (16/9/2019).

Meskipun serangan terhadap dua fasilitas minyak Arab Saudi diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman, Washington tetap menuduh Iran sebagai pelakunya. Menurut AS, serangan itu terlalu kompleks dan terlalu dahsyat untuk dikoordinasikan oleh para pemberontak.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa intelijen AS percaya serangan itu dihasilkan dari arah Irak dan Iran, bukan dari daerah yang dikendalikan oleh Houthi Yaman.

Komentar Trump muncul tak lama setelah ia menyalakan "lampu hijau" pelepasan cadangan minyak darurat AS jika perlu untuk mengimbangi penurunan lima puluh persen produksi oleh Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi yang pabrik pengolahan minyak terbesarnya, Abqaiq, lumpuh akibat serangan pada Sabtu pagi .

Riyadh sejauh ini tidak mengidentifikasi nama pelaku. Saudi hanya menyebut serangan drone sebagai "serangan teroris" yang bertujuan mengganggu pasokan minyak global.

Sementara itu, Teheran telah menolak tuduhan bahwa Iran terlibat dalam serangan tersebut. Menurut Iran, Amerika Serikat membuat kebohongan maksimal dan negara para Mullah itu menyatakan siap untuk melindungi diri jika terjadi perang.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak