alexametrics

Rusia Sebut Kebijakan AS Bawa Dunia Dalam Ancaman Perang Nuklir

loading...
Rusia Sebut Kebijakan AS Bawa Dunia Dalam Ancaman Perang Nuklir
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov menyatakan ada risiko perang nuklir, mencatat bahwa tren negatif telah menjadi sangat terlihat tahun ini. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Rusia memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) membahayakan keamanan global dengan menarik diri dari perjanjian strategis atau menolak untuk memperpanjangnya. Moskow menyebut, AS membiarkan dunia tanpa dokumen tunggal yang mengatur lingkup persenjataan nuklir.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (12/9), menyatakan, ada risiko perang nuklir, mencatat bahwa tren negatif telah menjadi sangat terlihat tahun ini.

"Situasi mengenai stabilitas strategis terus memburuk. Sayangnya, ini adalah fakta, dan fakta yang tidak dapat diperdebatkan. Risiko tumbuh, ada risiko pecahnya perang nuklir, bahkan jika kedua pihak tidak memiliki niat memulai konflik nuklir," ungkapnya.



Diplomat itu juga mengatakan bahwa Washington tampaknya menghindari untuk bekerja dengan Moskow untuk membahas Traktat Pengurangan Senjata Strategis atau "New START".

"Tindakan rekan-rekan Barat kita menjadi semakin emosional, kadang-kadang agak agresif. Perjanjian itu juga mungkin menjadi korban berikutnya dari upaya AS untuk membebaskan diri di bidang pengendalian senjata," ucapnya.

Ryabkov juga menyuarakan keprihatinan tentang AS yang menyiapkan tempat uji coba nuklir baru.

"New START" ditandatangani antara Rusia dan AS pada bulan April 2010, dan memberlakukan batasan pada jumlah peluncur rudal nuklir kedua negara, rudal balistik antar benua, pembom strategis dan hulu ledak yang dikerahkan. Kesepakatan ini akan berakhir pada 2021, tetapi ada opsi untuk memperpanjangnya hingga 2026.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak