alexametrics

Dahsyatnya F-35 dan F-15 AS Jatuhkan Bom 80.000 Pound di Irak

loading...
Dahsyatnya F-35 dan F-15 AS Jatuhkan Bom 80.000 Pound di Irak
Momen Pulau Qanus, Irak, dijatuhi bom sekitar 8.000 pound oleh jet-jet tempur F-35 dan F-15 Amerika Serikat. Foto/Business Insider
A+ A-
BAGHDAD - Militer Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom seberat 80.000 pound atau lebih dari 36.287 kilogram di Pulau Qanus, Irak. Serangan dahsyat untuk memerangi sisa-sisa kelompok ISIS itu dilakukan dengan sejumlah pesawat jet tempur F-35 Lightning II dan F-15 Strike Eagle.

Serangan dilakukan pada 10 September. Juru bicara Counter Terrorism Service (CTS) Irak, Sabah Al-Numaan, serangan itu menewaskan sekitar 25 petempur Islamic State atau ISIS.

Numaan kepada Business Insider, yang dilansir Kamis (12/9/2019), mengatakan kelompok ISIS menggunakan Pulau Qanus seperti hotel, di mana mereka berhenti selama satu atau dua malam di pulau itu dalam perjalanan dari Suriah ke Irak.



Setelah bom-bom dijatuhkan F-35 Lightning II dan F-15 Strike Eagle AS, para tentara CTS Irak "menyapu" pulau itu. Mereka menemukan tempat penyimpanan berbagai senjata, termasuk peluncur granat berpeluncur roket (RPG), beberapa roket, dan alat peledak improvisasi (IED).

Menurut Numaan, jet-jet tempur AS menyerang 37 target parit dan gua di Pulau Qanus. "Pulau itu memiliki vegetasi lebat, seperti hotel bagi Daesh," kata Letnan Jenderal Abdul Wahab Al-Saadi, komandan CTS Irak kepada Business Insider, mengamini pendapat Numaan. Daesh adalah akronim Arab untuk ISIS.

Seorang juru bicara untuk Operation Inherent Resolve—operasi koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS—mengonfirmasi serangan pada 10 September memang dilakukan di Pulau Qanus yang di dalamnya ditemukan berbagai senjata.

Jenderal Al-Saadi mengatakan bahwa drone AS telah menyediakan data pengawasan untuk operasi rahasia di pulau tersebut. Dia mengklaim tidak ada warga sipil di Pulau Qanus.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak