alexametrics

Tiga Pembantu Utama Bolton Ajukan Pengunduran Diri

loading...
Tiga Pembantu Utama Bolton Ajukan Pengunduran Diri
Tiga pembantu utama mantan penasihat keamanan nasional John Bolton mengajukan pengunduran diri. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Tiga pembantu utama mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton, mengajukan pengunduran diri mereka. Keputusan itu diambil sehari setelah Bolton dan Presiden Donald Trump berpisah.

Juru bicara utama Bolton Garrett Marquis, direktur komunikasinya Sarah Tinsley, dan sosok yang mengatur jadwalnya Christine Samuelian semuanya mengundurkan diri dalam apa yang oleh sumber pemerintah disebut cara yang ramah.

"Merupakan suatu kehormatan untuk melayani negara saya, dan saya berharap presiden dan pemerintahan sukses maju," kata Marquis dalam sebuah pernyataan singkat seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/9/2019).



Trio pembantu utama itu telah bekerja untuk Bolton selama bertahun-tahun.

Marquis, yang menurut para pejabat Gedung Putih sangat disukai di West Wing, sedang mencari pekerjaan lain di pemerintahan Trump, kata sumber tersebut.

"Dalam sebuah pemerintahan di mana, kadang-kadang, koordinasi pengiriman pesan adalah prioritas yang lebih rendah, Garrett (Marquis) sangat penting dalam bekerja untuk memastikan Gedung Putih, Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri berada di halaman yang sama secara publik," kata seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonimitas.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengundurkan diri pada Selasa (10/9/2019) atas permintaan Presiden Donald Trump. Pengunduran diri ini terjadi di tengah perbedaan pendapat antara dirinya dengan pemerintah.

Trump meminta Bolton mengundurkan diri pada Senin malam waktu setempat. Trump mengatakan ia dan yang lainnya dalam pemerintahan banyak tidak setuju dengan saran dari Bolton. (Baca juga: Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton)
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak