alexametrics

Kutip Hadits Nabi, Wan Azizah Sebut Habibie Negarawan

loading...
Kutip Hadits Nabi, Wan Azizah Sebut Habibie Negarawan
Mantan Presiden BJ Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) dalam usia 83 tahun. Foto/Dok.Sindonews
A+ A-
JAKARTA - Ucapan belasungkawa atas wafatnya mantan presiden Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie terus mengalir baik dari dalam maupun luar negeri, terutama dari Negeri Jiran Malaysia.

Setelah sebelumnya Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim, kini giliran Deputi Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail yang menyampaikan ucapan belasungkawa.

"(Turut) berbelasungkawa atas meninggalnya Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie) Mantan Presiden Republik Indonesia yang kembali ke sisiNya baru-baru ini," tulis istri dari Anwar Ibrahim ini di akun Instragramnya yang dikutip Sindonews, Kamis (12/9/2019).



Habibie menjabat sebagai Presiden Indonesia ke-3 pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Ia memimpin Indonesia pada masa transisi dari runtuhnya Orde Baru memasuki masa reformasi.

"Almarhum adalah seorang negarawan yang menjunjung tinggi agenda Reformasi dalam pemerintahannya," kata Wan Azizah.

"Di antara kata-kata nasihat Nabi adalah 'Jika bukan putra bangsa ini yang membangun umatnya, siapakah itu? Jangan berharap orang lain datang untuk membangun bangsa kita.' Semoga Allah SWT memberkati almarhum dan menempatkannya di antara orang-orang yang beriman. Al-Fatihah," tukasnya.

Mantan presiden BJ Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) dalam usia 83 tahun. Ia meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif sejak 1 September lalu di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. BJ Habibie meninggalkan dua putra dan enam orang cucu.

Rencananya jenazah BJ Habibie akan dimakamkan hari ini di Taman Makam Pahlawan, bersebelahan dengan istri tercinta, Ainun, yang telah lebih dulu meninggal pada 2010 lalu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak