alexametrics

Lavrov Mengaku Tak Mengenal Sosok Diduga Mata-mata AS di Kremlin

loading...
Lavrov Mengaku Tak Mengenal Sosok Diduga Mata-mata AS di Kremlin
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa ia belum pernah bertemu dengan mantan staf administrasi kepresidenan Rusia, Oleg Smolenkov. Foto/Reuters
A+ A-
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa ia belum pernah bertemu dengan mantan staf administrasi kepresidenan Rusia, Oleg Smolenkov. Smolenkov adalah sosok yang disebut-sebut sebagai mata-mata CIA di Kremlin.

"Saya belum pernah melihatnya (Smolenkov), saya belum pernah bertemu dengannya, dan saya belum melacak karirnya maupun pergerakannya," kata Lavrov, menekankan bahwa dia hanya bisa mengomentari fakta.

"Anda telah menyebutkan pertemuan saya dengan Donald Trump pada Mei 2017 di Gedung Putih. Yah, tidak ada yang berbagi rahasia negara atau bahkan non-negara dengan siapa pun selama percakapan itu. Ini dikonfirmasi oleh Penasihat Keamanan Nasional AS H.R McMaster, yang hadir pada pertemuan itu, serta orang-orang lain, yang entah bagaimana akrab dengan apa yang dibahas saat itu," sambungnya.



Menurut Lavrov, pada pertemuan dengan pemimpin AS tersebut, kedua pihak membahas kebutuhan untuk memperbaiki hubungan bilateral dan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh administrasi mantan Presiden AS, Barack Obama terhadap kerja sama bilateral kedua negara.

"Kami berbicara dengan Trump tentang fakta bahwa ini tidak ada gunanya bagi hubungan bilateral kami karena ini memengaruhi bisnis serta pertukaran budaya dan kemanusiaan," ucapnya, seperti dilansir Tass pada Rabu (11/9).

"Ini tidak menguntungkan hubungan internasional dan upaya masyarakat internasional dalam menyelesaikan berbagai masalah, sebuah solusi yang, sebagaimana banyak dikatakan dan terus dikatakan, sangat tergantung pada kerja sama antara Rusia dan AS," jelas Lavrov.

Selama pembicaraan itu, papar Lavrov, kedua pihak mengkonfirmasi bahwa langkah-langkah Obama memberikan pukulan berat terhadap mekanisme kerja sama yang ada dalam perang melawan terorisme internasional.

"Rusia dan Trump menyatakan kesiapan untuk melakukan segala upaya untuk memulihkan saluran kerja sama ini, yang sangat dibutuhkan dalam kondisi modern," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak