alexametrics

Luncurkan Proyektil Misterius, Korut Tengah Uji Coba Peluncur Roket Ganda

loading...
Luncurkan Proyektil Misterius, Korut Tengah Uji Coba Peluncur Roket Ganda
Pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengawasi langsung uji coba peluncur roket ganda. Foto/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Korea Utara (Korut) menembakkan proyektil baru jarak pendek pada Selasa kemarin. Menurut kantor berita resmi Korut, KCNA, negara itu tengah melakukan uji coba peluncur roket multipel super besar yang diawasi langsung oleh pemimpin negara itu, Kim Jong-un.

Menurut KCNA, Kim mengatakan bahwa kemampuan peluncur roket itu akhirnya telah diversikasi dalam hal operasi tempur dan yang mesti dilakukan adalah uji tembak berturut-turut. Namun KCNA tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait uji coba yang dimaksud.

"Kim memberikan tugas dan cara-cara di masa depan kepada para pejabat yang bergabung dengannya, termasuk pejabat senior seperti saudara perempuannya Kim Yo-jong, untuk 'terus menerus' mencapai pertahanan nasional yang mutakhir," tulis KCNA seperti disitir dari Reuters, Rabu (11/9/2019).



Korut menembakkan proyektil jarak pendek hanya beberapa jam setelah negara itu mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan kembali perundingan denuklirisasi yang terhenti dengan AS pada akhir September.

Analis mengatakan Korut melakukan tes senjata untuk berbagai keperluan, termasuk pengembangan teknis dan jaminan untuk membentuk pertahanan. Uji coba pada Selasa kemarin tampaknya juga mengirim pesan ke Washington, seperti apa yang akan terjadi jika AS tidak datang ke pembicaraan dengan Korut dengan proposal yang realistis.

Meskipun Presiden AS Donald Trump telah mengecilkan uji coba sebelumnya, dengan mengatakan ia tidak percaya rudal jarak pendek melanggar perjanjian, namun mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengatakan bahkan peluncuran jarak pendek oleh Korut dilarang di bawah resolusi PBB.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak