alexametrics

Ini Sosok Mata-mata CIA yang Diduga Berkeliaran di Kantor Putin

loading...
Ini Sosok Mata-mata CIA yang Diduga Berkeliaran di Kantor Putin
Markas Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Larry Downing
A+ A-
MOSKOW - Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS) dilaporkan menarik mata-matanya di Kremlin atau lingkungan kantor Presiden Rusia Vladimir Putin setelah khawatir Presiden Donald Trump akan membocorkannya. Sosok pria Rusia yang disebut-sebut sebagai agen CIA itu adalah Oleg Smolenkov.

Menurutu laporan media-media AS, dia saat ini berada dalam perlindungan AS di Washington. Dia statusnya saat ini diduga sebagai mantan pejabat pemerintah Putin.

Nama Smolenkov bermunculan di media Amerika dan media sosial. Menurut CNN, dia ditarik atau diekstrak oleh CIA dari Kremlin pada 2017. CIA mengecam laporan tersebut yang dianggap menyesatkan dan salah.



Moskow dan Washington sama-sama membantah laporan itu sebagai berita palsu. (Baca: Takut Dibocorkan Trump, CIA Diduga Tarik Mata-mata di Kremlin)

Juru bicara Kantor Presiden Federasi Rusia Elena Krylov seperti dikutip Sputniknews, Selasa (10/9/2019), mengatakan sosok Oleg Smolenkov tidak pernah bekerja untuk administrasi kepresidenan Rusia.

CNN melaporkan bahwa sosok Smolenkov adalah salah satu informan AS dengan peringkat tertinggi di dalam pemerintahan Rusia. Sedangkan The New York Times mengklaim ia memberikan informasi tentang dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016.

Presiden Trump sendiri mengaku tidak tahu tentang sosok yang disebut-sebut sebagai agen mata-mata CIA itu.

CIA berpendapat laporan CNN berbahaya. "Narasi CNN bahwa Badan Intelijen Pusat membuat keputusan hidup atau mati berdasarkan apa pun selain analisis objektif dan pengumpulan suara sama sekali salah," kata Direktur Urusan Publik CIA, Brittany Bramell, dalam sebuah pernyataan.

"Spekulasi sesat bahwa penanganan Presiden atas intelijen negara kita yang paling sensitif—yang dia miliki aksesnya setiap hari—membuat dugaan operasi eksfiltrasi tidak akurat," lanjut Bramell.

Smolenkov, yang sebelumnya bekerja di Kedutaan Besar Rusia di AS, menghilang bersama keluarganya selama liburan di Montenegro pada tahun 2017. Menurut laporan, mantan pejabat itu kemudian ditemukan di negara lain, tetapi tidak ada laporan resmi tentang kasus tersebut.

Pejabat AS dan outlet media telah berulang kali menuduh Moskow ikut campur dalam pemilu AS tahun 2016, di mana Rusia dituduh berkolusi dengan tim kampanye Trump untuk memenangkan Donald Trump sebagai presiden AS.

Namun, pada April 2019, Jaksa Khusus Robert Mueller mengakhiri penyelidikan selama dua tahun dan laporan yang dia rilis mengatakan bahwa para pejabat tidak menemukan bukti hubungan antara tim kampanye Trump dan Rusia.

Menurut laporan Mueller, apa yang disebut "campur tangan" Rusia itu hanya terbatas pada dugaan kampanye trolling Facebook dan Twitter.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak