alexametrics

Serangan Udara Misterius Hantam Basis Pro-Iran di Suriah, 21 Tewas

loading...
Serangan Udara Misterius Hantam Basis Pro-Iran di Suriah, 21 Tewas
Kondisi situs wilayah al-Bukamal, Suriah, sebelum dan setelah diserang. Foto/Fox News/ISI
A+ A-
DAMASKUS - Serangan udara misterius menghantam basis milisi pro-Iran di Suriah timur pada hari Senin waktu setempat. Data korban tewas hingga Selasa (10/9/2019) mencapai 21 orang.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dalam laporan awal mengatakan sebanyak 18 milisi pro-Iran terbunuh. Kelompok pemantau krisis Suriah itu belum mengetahui siapa pelaku serangan udara tersebut.

Lokasi serangan udara berada di wilayah al-Bukamal, Suriah timur, dekat perbatasan Irak.



Serangan itu terjadi pada hari yang sama di mana kelompok Hizbullah Lebanon mengklaim telah menjatuhkan pesawat tak berawak Israel di Lebanon. Militer Zionis mengakui salah satu pesawat nirawaknya memang jatuh di Lebanon, tapi tidak mengungkap penyebabnya.

Pada Agustus lalu, militer Israel menyerang sasaran di dekat ibu kota Suriah, Damaskus, dalam apa yang dikatakannya sebagai upaya untuk menggagalkan serangan pesawat tak berawak Iran ke Israel.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan Hizbullah Lebanon telah berperang di Suriah untuk membela rezim Presiden Bashar al-Assad.

Sementara itu, media yang dijalankan oleh Hizbullah Lebanon mengatakan, serangan pesawat-pesawat Israel menghantam sebuah kamp militer Suriah yang sedang dibangun di Suriah timur.

"Musuh menargetkan kamp yang sedang dibangun untuk tentara Suriah dan sekutunya untuk menempatkan tentara dari rumah-rumah sipil...Bangunan itu kosong pada saat penargetan dan tidak ada korban," kata unit media itu, mengutip sumber keamanan di Suriah, dikutip Reuters.

Menurut laporan tersebut, serangan terjadi di wilayah al-Bukamal. Militer Israel mengatakan bahwa pihaknya tidak mengomentari setiap laporan asing.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak