alexametrics

Jet F-22 dan F-35 AS Gagal Penuhi Target Kemampuan Misi 80 Persen

loading...
Jet F-22 dan F-35 AS Gagal Penuhi Target Kemampuan Misi 80 Persen
Pesawat jet tempur siluman F-35A Angkatan Udara Amerika Serikat. Foto/US Air Froce/Staff Sgt Natasha Stannard
A+ A-
WASHINGTON - Pesawat-pesawat jet tempur siluman F-22 dan F-35 Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dianggap tidak akan berhasil memenuhi persyaratan tingkat kemampuan misi 80 persen. Syarat atau target itu ditetapkan James Norman Mattis saat ia aktif sebagai Menteri Pertahanan.

Muncul di "2019 Defense News Conference", Wakil Kepala Staf untuk Operasi Angkatan Udara AS Letnan Jenderal Mark Kelly menungkapkan hal itu. Menurutnya, kedua jet tempur siluman generasi kelima itu akan gagal memenuhi target kemampuan yang ditetapkan oleh Mattis sesaat sebelum dia keluar dari Pentagon.

Menurutnya, jet tempur F-16 menjadi andalan yang harus mencapai target tersebut.



Dalam memo yang pertama kali diungkap Defense News Oktober tahun lalu, Mattis memerintahkan inventaris F-35, F-22, F-16, dan F-18 Pentagon untuk mencapai tingkat kemampuan misi 80 persen.

Penyelidikan pada Juli oleh Air Force Times mengungkapkan bahwa pada tahun fiskal (FY) 2018, ketika Mattis mengeluarkan memo itu, media militer itu mendata 5.413 unit atau lebih pesawat di dalam armada. Hasilnya, persentase pesawat yang dapat terbang pada waktu tertentu berkurang terus setiap tahun sejak FY12, ketika 77,9 persen pesawat dianggap dapat terbang. Pada FY17, metrik itu merosot menjadi 71,3 persen, dan merosot lagi menjadi 69,97 persen pada FY18.

Analis skeptis bahwa target semacam itu dapat dicapai hanya dalam satu tahun, dan skeptisisme itu beralasan. Namun, Kelly berpendapat, tidak semua tingkat kemampuan misi diciptakan sama.

“Kami belajar banyak dari upaya MC80 (kemapuan misi 80 persen). Salah satu hal besar yang kami pelajari adalah bahwa strategi kesiapan jangka panjang kami, yang lebih banyak pertimbangan daripada MC80, sejujurnya merupakan strategi yang lebih layak," katanya mengacu pada upaya yang mengambil pendekatan yang lebih holistik untuk mengetahui apakah aset yang dibutuhkan siap digunakan.

"MC80 sebenarnya adalah metrik yang sangat penting tentang seberapa siap kita untuk berperang, tetapi ada cara mudah bagi Angkatan Udara untuk mencapai MC80 di semua badan pesawat, dan itu hanya berhenti terbang. Kami benar-benar terbang lebih banyak," kata Kelly.

Defense News, dalam laporannya yang dikutip Jumat (6/9/2019), menyatakan telah memperoleh dokumen yang merinci kekurangan paling serius dari target itu dialami jet tempur F-35.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak