Presiden Lebanon: Serangan Drone Israel Adalah Deklarasi Perang

Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:11 WIB
Presiden Lebanon: Serangan...
Presiden Lebanon: Serangan Drone Israel Adalah Deklarasi Perang
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon Michel Aoun menyamakan serangan pesawat nirawak atau drone Israel di wilayahnya dengan deklarasi perang. Dia menegaskan, Beirut memiliki hak untuk mempertahankan diri.

Komentar Aoun muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Hizbullah dengan Israel. Hizbullah merupakan faksi bersenjata di Lebanon yang selama ini bersekutu dengan Iran.

Militer Zionis mengatakan komando utaranya dalam posisi siaga tinggi di wilayah perbatasan Israel dengan Suriah dan Lebanon, ketika Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mendesak para diplomat untuk membantu mencegah eskalasi.

Setelah dua drone jatuh pada Minggu di pinggiran selatan Beirut—wilayah basis Hizbullah—, faksi bersenjata itu memperingatkan Israel untuk menunggu pembalasan.

Dalam pidato hari Minggu, pemimpin Hizbullah; Hassan Nasrallah, mengeluarkan ancaman terberat bagi musuhnya dengan mengatakan serangan drone itu sama halnya meluncurkan "fase baru" permusuhan.

Israel sejauh ini belum mengklaim serangan pesawat tak berawak Beirut. Namun, Nasrallah menganggap itu sebagai serangan Israel pertama di Lebanon sejak kedua belah pihak bertempur dalam perang mematikan selama sebulan pada tahun 2006.

Hanya beberapa jam kemudian, sebuah faksi Palestina mengatakan pesawat tak berawak Israel telah menyerang posisi militernya di lembah Bekaa, Lebanon, sebelum fajar pada hari Senin.

"Apa yang terjadi mirip dengan deklarasi perang yang memungkinkan kami menggunakan hak kami untuk mempertahankan kedaulatan kami," kata Kantor Presiden Lebanon mengutip pernyataan Aoun. Presiden tersebut merupakan sekutu politik Hizbullah.

"Kami adalah orang yang mencari perdamaian, bukan perang, dan kami tidak menerima siapa pun mengancam kami dalam perang apa pun," lanjut kantor presiden, seperti dikutip Reuters, Selasa (27/8/2019).

Aoun membahas serangan drone itu dengan Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jan Kubis, pada hari Senin. Dia mengatakan kepada Kubis bahwa serangan di pinggiran Dahyeh dan di Bekaa melanggar Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, sebuah resolusi untuk mengakhiri perang pada Juli 2006.

Aoun dan Hariri meminta Dewan Pertahanan Tinggi Libanon untuk bertemu hari Selasa (27/8/2019).

Hariri mengatakan pemerintahnya ingin menghindari "peningkatan ketegangan" yang berbahaya dengan Israel. Tetapi dia juga menuntut masyarakat internasional untuk menolak agresi terang-terangan Israel.
(mas)
Berita Terkait
Bagaimana Drone Hizbullah...
Bagaimana Drone Hizbullah Menyerang Rumah PM Netanyahu?
Netanyahu Takut Serangan...
Netanyahu Takut Serangan Drone Hantam Gedung Parlemen Israel
Netanyahu Murka Drone...
Netanyahu Murka Drone Hizbullah Habisi 4 Tentara Israel, Janjikan Serangan Tanpa Ampun
Iran Sangkal Terlibat...
Iran Sangkal Terlibat Serangan Drone Hizbullah yang Coba Bunuh Netanyahu
Ini Cara Drone Hizbullah...
Ini Cara Drone Hizbullah Terbang Bebas Menyerang Rumah Pribadi Benjamin Netanyahu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Berita Terkini
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
1 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
1 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
10 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
11 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
12 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
13 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved