alexametrics

Serangan Udara Hantam Konvoi Militer Turki di Idlib

loading...
Serangan Udara Hantam Konvoi Militer Turki di Idlib
Dampak serangan udara di Suriah. FOTO/Guardian
A+ A-
IDLIB - Konvoi Militer Turki yang tengah melewati Provinsi Idlib, Suriah, menjadi sasaran serangan udara. Serangan itu tidak mengenai konvoi tersebut, namun tiga warga sipil yang berada dekat dengan lokasi serangan, dilaporkan tewas.

“Serangan udara menghantam dekat konvoi militer Turki yang melewati provinsi Idlib, yang dikuasai pemberontak Suriah. Setidaknya tiga warga sipil tewas dan 12 lainnya luka-luka,” sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Turki, seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/8).

Kementerian Pertahanan Turki “mengutuk keras" serangan ini, yang menurut mereka bertentangan dengan "perjanjian yang ada serta kerjasama dan dialog dengan Rusia". Kementerian itu juga menyerukan "langkah-langkah mendesak" untuk mencegah terulangnya insiden itu.



Menurut Turki, konvoi militer mereka tengah menuju ke salah satu pos pengamatannya di Morek, barat laut Suriah. Namun, pemerintah Suriah mengatakan, konvoi itu telah memasuki wilayah Suriah dan membawa amunisi untuk membantu pejuang oposisi yang kehilangan wilayah.

"Tentara Nasional dikirim sebagai bala bantuan besar ke garis depan di Idlib dan yang kedua telah kita lihat (pagi) hari ini adalah bahwa tentara Turki mengirim konvoi besar-besaran ke Khan Shaikhoun untuk mendirikan pangkalan di sana dan untuk mencegah rezim Assad memotong jalan raya M5," jelas Omer Ozkizilcik, seorang analis Suriah yang berbasis di Ankara untuk SETA Foundation, kepada Al Jazeera.

Ankara mendukung beberapa pemberontak di Suriah barat laut dan telah mengerahkan pasukan ke wilayah Idlib di bawah kesepakatan dengan Moskow, sekutu paling kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam tindakan Turki ini dan menyebutnya sebagai tindakan "agresi".
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak