alexametrics

Ajaib, Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar dengan Jeda Lahir 2,5 Bulan

loading...
Ajaib, Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar dengan Jeda Lahir 2,5 Bulan
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto/Sputnik/Pavel Lvov
A+ A-
URALSK - Seorang wanita asal Kazakhstan melahirkan dua bayi kembar secara terpisah dan berjeda 2,5 bulan karena fitur unik tubuhnya. Petugas medis mengatakan itu keajaiban karena kedua bayi itu hidup dan sehat.

Biasanya butuh sekitar sembilan bulan untuk menghasilkan kehidupan manusia baru, tetapi tidak demikian halnya dengan Liliya Konovalova asal kota Uralsk di Kazakhstan utara, dekat perbatasan Rusia.

Wanita tersebut, yang memiliki kondisi dupleks uterus yang langka, melahirkan seorang bayi perempuan pada 24 Mei. Bayi itu lahir pada usia kehamilan 25 minggu, beratnya hanya 850 gram dan membutuhkan perawatan intensif. "Tapi anakku tidak terburu-buru untuk keluar ke dunia," kata Liliya, mengacu pada bayi yang kedua.



Dua setengah bulan kemudian, tepatnya 9 Agustus, bayi laki-lakinya lahir. Beratnya 2,9kg. Ibu bayi kembar itu menggambarkannya sebagai "bogatyr sejati"—pahlawan pejuang yang kuat dari dongeng-dongeng rakyat Rusia.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengatakan peluang seorang anak dilahirkan sehat dari seorang wanita dengan kondisi seperti yang dialami Liliya adalah satu di antara 50 juta.

Sadar akan risikonya, Liliya mengatakan kehamilannya sulit dan dia benar-benar ketakutan ketika persalinan dimulai.

“Tapi, terima kasih kepada dokter kami, kami menang...apa yang mereka lakukan adalah keajaiban. Anak-anak saya sekarang memiliki berat sekitar 3kg dan kami sedang bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit," ujarnya, dikutip Russia Today, Minggu (18/8/2019).

Orang tua yang berbahagia menamai bayi perempuan seperti nama ibunya, Liliya. Sedangkan bayi laki-laki diberi nama Maxim. Putri Liliya yang berusia 7 tahun sedang menunggu adik kembarnya di rumah.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak