alexametrics

Serukan Perdamaian, Jackie Chan Dihujat Demonstran Hong Kong

loading...
Serukan Perdamaian, Jackie Chan Dihujat Demonstran Hong Kong
Pernyataan Jackie Chan yang menunjukkan sikap loyalisnya terhadap Beijing memicu kemarahan para demonstran Hong Kong. Foto/Istimewa
A+ A-
HONG KONG - Aktor bela diri legendaris China, Jackie Chan, buka suara terkait situasi yang melanda tempat kelahirannya, Hong Kong. Namun, alih-alih mendapatkan sambutan hangat, pernyataan Jackie ternyata malah memicu kemarahan demonstran Hong Kong.

Dalam sebuah kesempatan, Jackie mengatakan ia berharap Hong Kong dapat segera kembali damai. Ia mengaku sangat sakit dan sedih dengan peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Hong Kong.

“Ketika saya melihat CCTV memposting di Weibo, tagar 'Bendera Merah berbintang lima memiliki 1,4 miliar penjaga bendera', saya segera mem-posting ulang,” kata Chan dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi pemerintah CGTN.



“Di sisi lain, saya ingin mengungkapkan prinsip patriotisme yang paling dasar sebagai warga negara Hong Kong dan China. Saya seorang penjaga bendera nasional. Selain itu, saya ingin pergi ke acara ini untuk mewakili suara semua orang," imbuhnya seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (16/8/2019).

Lebih jauh, aktor yang namanya mencuat setelah membintangi Drunken Master ini membagikan pandangan loyalisnya terhadap Beijing.

Sekedar informasi, pria berusia 65 tahun ini adalah anggota Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China. Badan penasehat legislatif di Beijing yang sebagian besar terdiri dari anggota Partai Komunis China.

“Saya telah mengunjungi banyak negara, dan saya dapat mengatakan, negara kita telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saya merasa bangga menjadi orang Tionghoa ke mana pun saya pergi, dan 'Bendera Merah Berbintang Lima' dihormati di mana-mana di seluruh dunia, ”kata Chan.

“Saya juga sangat merasakan bahwa keamanan, stabilitas, dan kedamaian seperti udara segar, Anda tidak pernah tahu betapa berharganya sampai Anda kehilangannya," sambungnya.

“Hong Kong dan China adalah tempat kelahiran saya dan rumah saya. Cina adalah negara saya, saya mencintai negara saya, saya mencintai rumah saya. Saya berharap Hong Kong dapat segera kembali ke perdamaian,” tukasnya. (Baca juga: Hong Kong Masih Dilanda Rusuh, Ini Harapan Jackie Chan)

Pernyataan Jackie ini kemudian memancing kemarahan para pengguna media sosial Hong Kong. Mereka membalas tweet yang berisi klip video wawancara.

"Hong Kong membencimu," tulis akun Twitter pro-demokrasi Hong Kong World City.

Pengguna lain menulis: “Oh, Jackie Chan yang baik. Seperti apa rasanya pil PKC? Anda cukup menikmatinya, kan?”

"Tak tahu malu" adalah jawaban lain atas tweet CGTN.

Bukan kali ini sikap Jackie memicu kontroversi terkait demonstrasi di Hong Kong. Chan pernah pura-pura tidak tahu tentang aksi demonstrasi bersejarah di Hong Kong ketika ditanya pada bulan Juni lalu.

“Saya baru tahu kemarin ada demonstrasi besar di Hong Kong. Saya tidak tahu apa-apa tentang itu," kata Jackie dalam perjalanan ke Taiwan untuk mempromosikan album barunya, meskipun gambar dua juta demonstran disebarkan secara luas di seluruh dunia.

Di masa lalu Jackie juga pernah menuai kritik, tepatnya pada tahun 2009 karena komentarnya tentang gerakan pro-demokrasi.

"Saya tidak yakin apakah baik memiliki kebebasan atau tidak," katanya saat itu.

"Aku benar-benar bingung sekarang. Jika Anda terlalu bebas, Anda seperti Hong Kong sekarang. Sangat kacau. Taiwan juga sangat kacau,” cetusnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak