alexametrics

Laporan SINDOnews.com dari Stanford

Pengamat Puji Tercapainya Kesepakatan ASEAN Outlook

loading...
Pengamat Puji Tercapainya Kesepakatan ASEAN Outlook
Pengamat memuji tercapainya kesepakatan ASEAN Outlook on the Indo Pasific. Foto/Istimewa
A+ A-
STANFORD - Pengamat dari Institut Freeman Spogli untuk Studi Internasioal Universitas Stanford, Donald K. Emerson menyebut dicapainya kesepakatan mengenai "ASEAN Outlook" mengenai Indo-Pasifik adalah sesuatu yang luar biasa.

Sistem konsensus dalam ASEAN membuat dicapainya satu kesepakatan menjadi hal yang cukup sulit, terlebih jika terkait dengan China dan Amerika Serikat (AS). Emerson menyebut tercapainya konsensus mengenai pandangan ini menjadi hal yang mengejutkan, karena ada beberapa negara ASEAN yang sangat condong ke China, salah satunya adalah Kamboja.

"Satu hal yang menarik dan fundamental elemen dari 'ASEAN Outlook' adalah penggunaan kata inklusif. Seperti yang diketahui, menurut pendapat saya, yang luar biasa adalah pandangan itu disetujui oleh semua negara di ASEAN dan itu adalah pencapaian yang luar biasa, walaupun itu membutuhan beberapa tahun bagi mereka merumuskanya, banyak perdebatan panas di sepanjang jalan," ungkapnya, Kamis (15/8/2019).



Emerson mengatakan, salah satu dari beberapa hal yang diperdebatkan dalam perumusan pandangan ini adalah apakah ini hanyalah kepanjangan tangan dari AS untuk menantang China di kawasan.

Namun penggunaan kata inklusif, yang artinya melibatkan semua pihak, membuat teori itu sirna. Bahkan, papar Emerson, pandangan ini cukup berbanding terbalik dengan pandangan AS mengenai kawasan tersebut.

"Fokus pada kata inkuslif, penekanan pada kata inklusif, itu adalah kunci dimana inklusif bermakna melibatkan China dan itu adalah penekanan penting bagi saya dari 'ASEAN Outlook' dan itu perbedaan yang cukup signifikan dari intepretasi AS," tukasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak