alexametrics

Laporan SINDOnews.com dari Washington

Pengamat: Perkuat Kehadiran di Asia, China Ingin Lindungi Asetnya

loading...
Pengamat: Perkuat Kehadiran di Asia, China Ingin Lindungi Asetnya
Manajer Senior Urusan Politik dan Keamanan NBR Brian Fetchel. Foto/Sindonews/Victor Maulana
A+ A-
WASHINGTON - Biro Nasional Penelitian Asia Amerika Serikat atau NBR menuturkan bahwa salah satu alasan China terus berusaha memperkuat kehadiran mereka di sejumlah negara di Asia, khususnya di Asia Tenggara dan Asia Tengah, adalah untuk melindungi aset mereka.

Manajer Senior Urusan Politik dan Keamanan NBR, Brian Fetchel menuturkan, China kerap menaruh investasi dan aset mereka di negara-negara yang rawan konflik. Oleh karenanya, untuk memastikan uang mereka aman, mereka akan berusaha untuk menempatkan pasukan atau setidaknya bekerja sama dengan aparat setempat di negara yang bersangkutan.

"Ini terkait dengan bagaimana China menaruh investasi dan aset di wilayah yang kurang stabil, bukan hanya di Asia Tenggara tapi juga di Asia Tengah. Jadi, dengan adanya hal ini, ada dorongan untuk melindungi perusahaan-perusahaan, warga China yang bekerja di wilayah tersebut," terangnya.



"Kami melihat di beberapa wilayah hal semacam ini terjadi, dalam berbagai bentuk. Tentu ada yang seperti di Djibouti di mana China membuat pangkalan di sana dan ada juga contoh di mana China bekerja sama langsung dengan militer dengan kepolisian setempat," sambungnya, Washington, Jumat (9/8/2019).

Ia lalu mengatakan, China juga dilaporkan mendanai pangkalan militer, seperti di Afghanistan, untuk memastikan keamanan di perbatasan dan juga menghalau ancaman yang masuk ke wilayah China bagian barat.

"Saya kira ini adalah salah satu model yang lain. Pada dasarnya kita melihat peningkatan investasi pada arena pelabuhan. Ada banyak diskusi yang mengatakan bahwa ini adalah tanda akan adanya kehadiran secara langsung Angkatan Laut China di wilayah bersangkutan. Tapi, juga beberapa contoh di beberapa tempat di mana (pelabuhan) tidak menjadi basis Angkatan Laut China," ungkapnya.

"Jadi, ada potensi penggunaan dua model yang fleksibel, di mana mereka menyewakan pelabuhan-pelabuhan ini, mereka mendapatkan inti perjanjian yang mungkin mereka butuhkan untuk digunakan untuk menempatkan aset Angkatan Laut. Ini masih belum terdeteksi sepenuhnya, tapi pembuatan basis Angkatan Laut serta tentara dan sepertinya ini adalah sesuatu yang sedang terjadi atau semacam langkah pragmatis, jadi masih terlalu dini. Tapi ini adalah model yang mungkin akan terus berkembang," tukasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak