alexametrics

Bantu Bunuh Ribuan Orang Yahudi, Anak Buah Hitler Akan Diadili

loading...
Bantu Bunuh Ribuan Orang Yahudi, Anak Buah Hitler Akan Diadili
Salah satu bekas kamp konsentrasi yang digunakan rezim Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Foto/REUTERS/Herwig Prammer/File Photo
A+ A-
BERLIN - Seorang pria Jerman berusia 92 tahun akan diadili pada bulan Oktober 2019 atas tuduhan membantu membunuh 5.230 tahanan, yang sebagian besar orang Yahudi, di kamp kematian Nazi.

Pria lanjut usia tersebut adalah Bruno Dey, mantan perwira SS atau secara tidak langsung adalah anak buah pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Jaksa penuntut di pengadilan Jerman mengatakan Dey terlibat kejahatan Nazi selama Perang Dunia II.

Dey bertugas di kamp konsentrasi Stutthof dekat Gdansk, yang sekarang dikenal sebagai Polandia. Dia terlibat dalam pembunuhan massal antara Agustus 1944 hingga April 1945.



Jaksa Hamburg, melalui seorang juru bicaranya pada hari Kamis (8/8/2019), mengatakan tersangka telah membuat pengakuan parsial. Di bawah aturan Jerman untuk kasus-kasus pengadilan, nama lengkap tersangka tidak dipublikasikan.

Surat kabar Die Welt melaporkan bahwa Dey mengakui kehadirannya di kamp kematian Nazi dan mengaku tahu bahwa orang-orang didorong ke kamar gas. Dia bahkan mengaku melihat mayat dibakar di krematorium. Namun, dia berpendapat bahwa dirinya tidak bisa diartikan bersalah.

"Apa gunanya kalau saya pergi, mereka akan menemukan orang lain?," tulis surat kabar Die Welt mengutip pernyataan Dey.

Sekitar 65.000 orang, termasuk banyak orang Yahudi, dibunuh atau tewas di Stutthof. Data itu merupakan catatan di situs web museum setempat.

Jaksa berpendapat bahwa banyak yang ditembak di belakang kepala atau dibunuh dengan gas Zyklon B yang mematikan.

"Para jaksa penuntut menuduhnya, sebagai roda penggerak di mesin pembunuh yang mengetahui keadaan, karena mampu berkontribusi dalam melaksanakan perintah untuk membunuh," bunyi pernyataan jaksa Hamburg pada bulan April ketika mereka menuntut Dey.

Dey baru berusia 17 atau 18 tahun pada saat kejahatan Nazi berlangsung, sehingga dia akan diadili di pengadilan untuk pemuda yang memiliki pedoman hukuman yang berbeda. Namun, jika terbukti bersalah, ia bisa menghabiskan waktu di balik jeruji besi.

Kesehatannya yang lemah akan membuat sesi pengadilan dibatasi sekitar dua hingga tiga jam per hari dan sejauh ini, sesi pengadilan telah dijadwalkan hingga Desember mendatang.

Nama-nama sekitar 21 petinggi Nazi, termasuk Hermann Goering dan Rudolf Hess, ditempatkan di dokumen pengadilan militer internasional pada 1945-1946 yang dikenal sebagai persidangan Nuremburg. Namun, sistem peradilan Jerman Barat saat itu tidak berbuat banyak untuk membawa penuntutan lebih lanjut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak