alexametrics

Hoax, Iran Bakal Rilis Video Drone yang Diklaim Dihancurkan AS

loading...
Hoax, Iran Bakal Rilis Video Drone yang Diklaim Dihancurkan AS
Iran bakal merilis video dari drone yang diklaim dihancurkan kapal perang AS. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akan merilis rekaman untuk membuktikan bahwa Amerika Serikat (AS) telah berbohong berhasil menghancurkan drone milik Teheran. Rekaman itu diambil dari pesawat nirawak yang sebelumnya diklaim ditembak jatuh oleh kapal perang amfibi milik AS, USS Boxer.

IRGC mengatakan video tersebut diambil baik sebelum dan setelah AS mengklaim drone tersebut dihancurkan. Dikatakan bahwa drone tersebut telah melakukan pengawasan rutin ketika kapal perang AS tiba dan mengirimkan foto-foto kapal. Namun IRGC tidak mengatakan kapal video tersebut akan dirilis.

Pernyataan itu menambahkan bahwa pasukan IRGC akan terus memonitor dengan hati-hati semua pergerakan warga asing, terutama "pasukan teroris" AS dan Inggris di Selat Hormuz dan Teluk Persia yang strategis seperti disitat dari Sky News, Sabtu (20/7/2019).



Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kapal perang USS Boxer berhasil menghancurkan sebuah drone Iran. Trump mengatakan USS Boxer melakukan "tindakan defensif" setelah drone mengabaikan peringatan berulang dan datang dalam jarak 1.000 meter dari kapal. (Baca juga: Trump Sebut Kapal Perang AS Hancurkan Drone Iran di Selat Hormuz)

Namun klaim tersebut dibantah oleh Iran dengan menyatakan semua dronenya telah kembali dengan selamat ke pangkalan mereka dan membantah ada konfrontasi dengan kapal AS. (Baca juga: Bantah Trump, Militer Iran: Semua Drone Kembali ke Pangkalan)

Perang klaim ini meningkatkan ketegangan antara kedua negara, kurang dari sebulan setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS di jalur air yang sama dan Trump nyaris membalasnya dengan serangan militer.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak