Polio Menyebar Luas di Gaza, Israel Vaksinasi Tentaranya
Selasa, 23 Juli 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Saparbekov mengatakan dia berharap hal ini akan selesai sebelum akhir pekan ini dan memungkinkan dikeluarkannya rekomendasi, "termasuk perlunya kampanye vaksinasi massal serta jenis vaksin apa yang harus digunakan dan kelompok umur penduduk mana yang perlu divaksinasi."
Sejak Israel mulai membombardir Gaza pada Oktober, terdapat peringatan berulang kali mengenai kemungkinan merebaknya epidemi virus sebagai akibat dari rusaknya infrastruktur kesehatan, air dan limbah.
Pekan lalu Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan rumah sakit dan semua fasilitas kesehatan di Gaza selatan berada pada “titik kritis” dan tidak mampu merawat mereka yang menderita luka yang mengancam jiwa.
Organisasi tersebut mengatakan rumah sakit lapangan dengan 60 tempat tidur di Rafah hampir mencapai kapasitasnya menyusul “kejadian korban massal”, termasuk serangan mematikan Israel di kamp pengungsi al-Mawasi, yang menewaskan 90 warga Palestina pekan lalu.
Palang Merah mengatakan pihaknya menerima 26 orang yang memerlukan rawat inap karena pecahan peluru dan luka lainnya setelah serangan itu.
Mereka menambahkan tekanan yang sangat besar memaksa para dokter untuk membuat “pilihan sulit” mengenai siapa yang akan dirawat.
Ancaman Epidemi
Sejak Israel mulai membombardir Gaza pada Oktober, terdapat peringatan berulang kali mengenai kemungkinan merebaknya epidemi virus sebagai akibat dari rusaknya infrastruktur kesehatan, air dan limbah.
Pekan lalu Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan rumah sakit dan semua fasilitas kesehatan di Gaza selatan berada pada “titik kritis” dan tidak mampu merawat mereka yang menderita luka yang mengancam jiwa.
Organisasi tersebut mengatakan rumah sakit lapangan dengan 60 tempat tidur di Rafah hampir mencapai kapasitasnya menyusul “kejadian korban massal”, termasuk serangan mematikan Israel di kamp pengungsi al-Mawasi, yang menewaskan 90 warga Palestina pekan lalu.
Palang Merah mengatakan pihaknya menerima 26 orang yang memerlukan rawat inap karena pecahan peluru dan luka lainnya setelah serangan itu.
Mereka menambahkan tekanan yang sangat besar memaksa para dokter untuk membuat “pilihan sulit” mengenai siapa yang akan dirawat.
Lihat Juga :