alexametrics

Iran Ancam Kembali ke Era Sebelum Kesepakatan Nuklir

loading...
Iran Ancam Kembali ke Era Sebelum Kesepakatan Nuklir
Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi mengatakan Teheran berencana untuk kembali ke kondisi sebelum ke masa kesepakatan nuklir. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi mengatakan Teheran berencana untuk kembali ke kondisi sebelum ke masa kesepakatan nuklir. Dia mengatakan, hal ini dilakukan jika Eropa gagal memenuhi kewajibanya atas kesepakatan tersebut.

Kamalvandi mengatakan keputusan pembalasan Teheran untuk mengurangi beberapa komitmennya di bawah Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) berada dalam kerangka perjanjian. Di mana, dia mengatakan jika satu pihak gagal memenuhi komitmennya, pihak lain diberikan hak untuk mempertimbangkan kembali kewajibannya.

"Jika orang-orang Eropa dan Amerika Serikat (AS) tidak memenuhi komitmen mereka, kami akan menyeimbangkan tindakan mereka berdasarkan kesepakatan dengan mengurangi komitmen dan mengembalikan kondisinya kembali seperti semula empat tahun lalu," ucap Kamalvandi.



"JCPOA seharusnya menjadi kesepakatan pertukaran, tetapi apa yang kami berikan (dalam kerangka kerjanya) jauh lebih dari apa yang kami dapatkan sebagai balasannya," sambungnya, seperti dilansir PressTV pada Selasa (16/7).

Dia kemudian menegaskan bahwa keputusan Iran untuk perlahan-lahan mengurangi komitmenya dibawah JCPOA untuk mengingatkan negara penandatangan kesepakatan untuk memenuhi kewajiban mereka.

"Keputusan Iran untuk mengurangi komitmen JCPOA-nya bukan karena sikap keras kepala dan lebih bertujuan memberi diplomasi kesempatan dan membuat pihak lain sadar dan bertindak berdasarkan kewajibannya," ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa persediaan uranium Iran melampaui 300 kilogram setelah 60 hari ultimatum ke Eropa dan Teheran tidak lagi berkewajiban untuk mengekspor kelebihan air berat lagi seperti yang disyaratkan dalam kesepakatan.

"Saat ini, kami telah melampaui pengayaan uranium 3,67 persen dan juga memproduksi bahan yang diperkaya yang dibutuhkan untuk bahan bakar pembangkit nuklir dengan kemurnian 4,5 persen," tambahnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak