alexametrics

China Kembali Tangkap Seorang Warga Kanada

loading...
China Kembali Tangkap Seorang Warga Kanada
China kembali menangkap seorang warga negara Kanada di tengah ketegangan kedua negara. Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian
A+ A-
OTTAWA - Pemerintah Kanada mengatakan seorang warga negaranya telah ditahan di Yantai, China. Tindakan ini terjadi di tengah ketegangan kedua negara.

Kantor Urusan Global Kanada tidak memberikan identitas warganya yang ditahan China secara rinci atau pun alasan penahanannya seperti dikutip dari VOA, Minggu (14/7/2019).

Awal pekan ini, 16 guru dan siswa asing serta tiga orang China ditangkap atas tuduhan narkoba di Xuzhou, sekitar 600 kilometer barat daya kota pesisir Yantai.



Pada hari Jumat, Kedutaan Besar Inggris mengatakan pihaknya memberikan bantuan konsuler kepada empat warga Inggris yang berada di antara para guru dan siswa yang ditangkap di Xuzhou.

Polisi tidak mengatakan di mana para guru bekerja, tetapi sekolah bahasa Pendidikan Pertama menyatakan penyesalan atas insiden terkait narkoba. Sekolah itu mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi kewarganegaraan mereka yang menghadapi dugaan pelanggaran narkoba.

Kantor Urusan Global tidak mengatakan apakah penahanan warga Kanada terkait dengan penangkapan tersebut.

Hubungan antara China dan Kanada menjadi dingin pada bulan Desember ketika Meng Wanzhou, kepala keuangan raksasa teknologi China Huawei, ditangkap di Vancouver dengan surat perintah AS, yang berasal dari dugaan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran. Meng, yang juga merupakan putri pendiri Huawei, berada di bawah tahanan rumah di rumahnya di Vancouver.

Setelah penangkapan Meng, China menahan dua warga Kanada, Michael Spavor dan Michael Kovrig, karena dituduh sebagai mata-mata. Penahanan mereka diyakini sebagai pembalasan atas penangkapan Kanada atas Meng.

China juga menjatuhkan hukuman mati kepada warga Kanada lainnya karena penyelundupan obat-obatan terlarang dan menangguhkan impor produk daging Kanada.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak