alexametrics

Al-Shabaab Kepung Hotel Somalia Lebih dari 14 Jam, 26 Tewas

loading...
Al-Shabaab Kepung Hotel Somalia Lebih dari 14 Jam, 26 Tewas
Hotel Asasey di kota Kismayo yang diserang kelompok al-Shabaab sejak hari Jumat (12/7/2019. Foto/Sky News
A+ A-
KISMAYO - Korban tewas dalam serangan di sebuah hotel di Somalia telah bertambah menjadi 26 orang pada hari Sabtu (13/7/2019). Hotel Asasey di kota Kismayo dikepung kelompok militan al-Shabaab selama lebih dari 14 jam dan memaksa pasukan polisi bertindak.

Puluhan korban tewas termasuk warga Kenya, Tanzania, Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada serta politisi terkemuka Somalia.

Presiden Somalia Jubbaland Ahmed Mohamed dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa serangan terhadap hotel tersebut memang dilakukan al-Shabaab, kelompok yang disebut-sebut terkait dengan al-Qaeda.



Selain 26 orang tewas, lebih dari 50 orang lainnya terluka. Polisi setempat awalnya menyatakan korban tewas sebanyak 13 orang.
Perwira polisi setempat, Kolonel Abdiqadir Nur, mengatakan kepada AP bahwa serangan al-Shabaab berlangsung lebih dari 14 jam sebelum pasukan polisi menembak mati semua penyerang di dalam kompleks hotel.

"Operasi ini selesai. Keempat penyerang itu ditembak mati," kata perwira polisi lainnya, Mayor Mohamed Abdi, kepada kantor berita Reuters melalui telepon dari Kismayo.

Anggota al-Shabaab menyerbu hotel setelah meledakkan bom mobil pada hari Jumat ketika para tetua dan anggota legislatif setempat bertemu untuk membahas persiapan pemilu regional.

Menteri Perencanaan Kabinet Jubbaland, Just Aw Hersi, membenarkan jumlah korban tewas yang mencapai lebih dari 20 orang, termasuk beberapa tokoh terkemuka.

"Hati kami hancur oleh kematian mendadak yang kejam itu. Tetapi yakinlah, kami juga sangat marah karenanya," tulis dia di Twitter. Politisi dan jurnalis termasuk di antara mereka yang tewas.

"Operasi itu berakhir pada pukul 07.00 pagi...Ini adalah orang-orang terkemuka. Jumlah korban tewas pasti akan meningkat," kata tokoh masyarakat terkemuka, Ahmed Abdulle.

Pihak berwenang mengatakan, awalnya seorang pengebom bunuh diri beraksi dengan kendaraan yang penuh dengan bahan peledak ke hotel populer di Madinah, yang diikuti baku tembak.

Sebuah kelompok wartawan mengkonfirmasi bahwa dua wartawan termasuk di antara mereka yang tewas; yakni Hodan Naleyah, pendiri Integration TV, dan Mohamed Sahal Omar, seorang reporter dari SBC TV di Kismayo.

"Kami sedih dan marah dengan hilangnya nyawa ini, dan mengutuk dengan cara yang terkuat atas pembantaian yang mengerikan ini," kata Mohamed Ibrahim Moalimuu, Sekretaris Jenderal Federasi Jurnalis Somalia, dalam sebuah pernyataan.

Kantor Somalia untuk Organisasi Migrasi Internasional PBB mengatakan salah satu anggota staf lokalnya, Abdifatah Mohamed, termasuk di antara mereka yang tewas.

SADO Somalia, sebuah organisasi non-pemerintah setempat, mengatakan di Twitter bahwa Direktur Eksekutifnya; Abdullahi Isse Abdulle, telah terbunuh dalam serangan al-Shabaab.

Pejabat Keamanan Abdiweli Mohamed mengatakan para penyerang bersenjata berat memaksa masuk ke dalam hotel. "Beberapa pria bersenjata masuk dan mulai menembak, tetapi pasukan keamanan merespons dengan cepat dan terlibat dalam baku tembak dengan para penyerang di dalam gedung," katanya.

Al-Shabaab, yang berusaha untuk menggulingkan pemerintah Somalia, mengatakan bahwa mereka melakukan serangan bom bunuh diri.

"Pertama, kami menargetkan (hotel) dengan bom mobil (bom) bunuh diri dan kemudian (militan) bersenjata menyerbu hotel," kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al-Shabaab. "Ada banyak mayat di dalam hotel, termasuk orang kulit putih yang sudah mati."

Al-Shabaab diusir dari ibu kota Somalia, Mogadishu, pada tahun 2011 dan sejak itu telah dieliminasi dari sebagian besar benteng lainnya. Pada 2012, kapal-kapal itu diusir dari Kismayo, yang pelabuhannya telah menjadi sumber pendapatan utama bagi kelompok militan tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak