alexametrics

Sistem Rudal S-400 Rusia Tiba di Turki, Ini Videonya

loading...
Sistem Rudal S-400 Rusia Tiba di Turki, Ini Videonya
Kiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia tiba di Pangkalan Udara Murted, Ankara, Jumat (12/7/2019). Foto/Hurriyet
A+ A-
ANKARA - Turki pada hari Jumat (12/7/2019) menerima pengiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. NATO mengaku prihatin dengan kenekatan Ankara membeli senjata pertahanan canggih Moskow tersebut.

"Batch pertama peralatan sistem pertahanan rudal udara regional jarak jauh S-400, yang didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara dan rudal Turki, telah tiba di Pangkalan Udara Murted di Ankara pada 12 Juli 2019," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam pernyataan persnya.

Presidensi Industri Pertahanan (SSB) Turki mengatakan pengiriman sistem pertahanan rudal itu akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.



"Sistem akan mulai beroperasi segera setelah benar-benar siap, seperti yang akan diputuskan oleh otoritas terkait," imbuh pernyataan SSB, seperti dikutip surat kabar Hurriyet.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Çavuşoğlu mengatakan proses pengiriman berjalan sesuai rencana tanpa menghadapi masalah.

"Ini adalah kesepakatan yang sudah dilakukan dan prosesnya sedang berjalan. Kami sedang mengoordinasikan ini—apakah itu izin untuk penerbangan atau personel yang akan tiba. Kementerian Pertahanan kami telah membuat pengumuman yang diperlukan," ujar Çavuşoğlu dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Swiss Ignazio Cassis.

"Tidak ada masalah. Prosesnya akan berlangsung dengan cara yang sehat," imbuh Çavuşoğlu.

Bülent Turan, Wakil Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—partai berkuasa di Turki—mengatakan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia tidak dimaksudkan untuk menyerang, tetapi untuk mempertahankan negara.

"Awal pengiriman S-400 Rusia adalah hasil dari sikap tegas Turki atas hak kedaulatannya," kata Turan kepada Anadolu. Menurutnya, Turki membeli sistem pertahanan tersebut untuk kebutuhan keamanannya.

Dia meminta masyarakat internasional untuk menghormati hak-hak kedaulatan Turki.

Juru bicara Kremlin Dmitriy Peskov juga mengkonfirmasi pengiriman senjata pertahanan tersebut. "Semuanya sedang dilakukan sesuai dengan kesepakatan. Para pihak memenuhi kewajibannya," kata Peskov.

Selain itu, penerbangan Rusia kedua untuk pengiriman kedua diharapkan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. "Pengiriman ketiga berisi lebih dari 120 rudal dengan berbagai jenis akan dikirim melalui laut," kata sumber militer Moskow yang dikutip kantor berita TASS.

Sementara itu, NATO mengatakan kedatangan sistem pertahanan rudal S-400 di Turki memprihatinkan. "Kami khawatir tentang konsekuensi potensial dari keputusan Turki untuk memperoleh sistem S-400," kata seorang pejabat NATO, dikutip AFP.

Pembicaraan mengenai pembelian sistem S-400 antara Ankara dan Moskow dimulai pada November 2016. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada bulan September 2017 mengumumkan bahwa Turki dan Rusia menandatangani perjanjian mengenai pengadaan sistem rudal tersebut.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Turki meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena pembelian S-400 buatan Rusia. Menurut Washington, langkah Ankara itu akan membahayakan peran Turki dalam program jet tempur F-35 dan dapat memicu sanksi.

Para pejabat AS sebelumnya mendesak Turki untuk membeli sistem rudal Patriot dengan alasan S-400 tidak akan kompatibel dengan sistem NATO dan akan mengekspose rahasia kemampuan F-35, yang datanya dikhawatirkan akan jatuh ke tangan Rusia.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak