alexametrics

Mata Berdarah, 58 Burung Corella Berjatuhan dari Langit Australia

loading...
Mata Berdarah, 58 Burung Corella Berjatuhan dari Langit Australia
Puluhan ekor burung Corella ditemukan berjatuhan dari wilayah udara Australia dengan kondisi mata dan paruh berdarah. Foto/ABC.net.au/Anna Felton
A+ A-
ADELAIDE - Sebanyak 58 ekor burung Corella ditemukan berjatuhan dari langit atau wilayah udara di Australia dengan kondisi mata berdarah. Dari semua burung yang jatuh tersebut, 57 ekor telah mati dan satu ekor sedang diselamatkan.

Puluhan burung yang mati misterius itu ditemukan di On Tree Hill pinggiran Adelaide, mulai sekitar pukul 14.30, hari Rabu.

Relawan dari Casper's Bird Rescue, kelompok yang didirikan oleh Sarah King, berusaha mati-matian menolong burung-burung Corella yang berjatuhan. Kelompok penyelamat burung itu menyerukan bantuan ekstra di Facebook.



King awalnya menduga bahwa burung-burung itu ditembak, tetapi dokter hewan yang bekerja pada burung mencurigai satwa-satwa tersebut kemungkinan diracuni.

Anak-anak di sekolah terdekat melihat sejumlah burung yang sakit dan sekarat berdarah di bagian mata dan paruh.

Menurut King, 11 relawan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 siang pada hari Rabu dan bertahan di lokasi sampai pukul 23.00 malam. Mereka telah mengumpulkan 58 burung Corella dalam kondisi menderita,

Para relawan membawa burung-burung itu ke dua dokter hewan yang berbeda. Dari semua burung yang dikumpulkan, 57 ekor di antaranya telah mati."Satu kemungkinan selamat," kata salah satu relawan, Hill, kepada news.com.au, yang dilansir Jumat (12/7/2019).

Corolla adalah burung asli Australia dan sejenis kakatua. Satwa itu merupakan burung berwarna merah muda dengan tanda biru di sekitar matanya.

Satwa tersebut dianggap sebagai hama dalam industri pertanian, karena mereka dapat merusak tanaman dan menghancurkan kabel listrik.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak