alexametrics

Pentagon pada Turki: Tinggalkan S-400 Rusia, Tetap di Program F-35

loading...
Pentagon pada Turki: Tinggalkan S-400 Rusia, Tetap di Program F-35
Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Gary Cameron
A+ A-
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengeluarkan peringatan baru kepada Turki agar meninggalkan kesepakatan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan tetap menjadi bagian dalam program jet tempur siluman F-35. Peringatan ini disampaikan pejabat senior Pentagon, Kattie Wheelbarger.

Wheelbarger yang menjabat sebagai Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional mengatakan Pentagon terpaksa akan mengusir Turki dari program gabungan jet tempur F-35 jika negara itu menerima pasokan sistem pertahanan udara canggih Moskow.

Menurutnya, aliansi NATO dan negara-negara yang bermitra dalam pengembangan jet tempur generasi kelima tersebut telah bersatu dalam menentang Ankara menerapkan sistem senjata pertahanan Moskow.



Wheelbarger mengatakan yang menjadi kekhawatirannya adalah bahwa S-400 dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan F-35, dan informasi tersebut dapat jatuh ke tangan Rusia.

Turki menyatakan minatnya pada sistem rudal Moskow itu sejak 2009 dan menandatangani kontrak dengan pemerintah Rusia untuk pembeliannya pada 2017. Namun, negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu juga merupakan mitra dalam program F-35. Amerika Serikat dan negara-negara mitra program tersebut telah memberi tahu para petinggi Ankara bahwa mereka tidak dapat memiliki kedua sistem.

Wheelbarger mengatakan pernyataan Turki bahwa mereka membeli S-400 karena tidak bisa mendapatkan sistem pertahanan udara yang sebanding adalah tidak benar.

"Kami menawarkan kesempatan kepada mereka untuk membeli (sistem pertahanan udara) Patriot berkali-kali dalam paket yang lebih murah daripada yang kami tawarkan kepada orang lain, dan mereka tidak mendaftar untuk itu," katanya, yang dikutip SINDOnews.com dari situs resmi Pentagon, defense.gov, Jumat (12/7/2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS Mark T Esper telah bertemu dengan mitranya dari Turki, Menteri Pertahanan Hulusi Akar, pada pertemuan para menteri pertahanan NATO baru-baru ini. Esper mengatakan kepada Akar bahwa Turki tidak akan mendapatkan F-35 jika negara itu melanjutkan kontrak pembelian S- 400.

Menurut Wheelbarger, bukan hanya Amerika Serikat yang memberi tahu Turki bahwa kedua sistem itu tidak kompatibel. Semua negara mitra dalam program F-35, lanjut dia, telah membuat poin yang sama kepada Turki, dan semua negara NATO telah meminta Turki untuk menghentikan pengadaan senjata pertahanan canggih Moskow tersebut.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak