alexametrics

KBRI Pantau Kasus Pemerkosaan WNI oleh Politisi Malaysia

loading...
KBRI Pantau Kasus Pemerkosaan WNI oleh Politisi Malaysia
Paul Yong Choo Kiong, politisi Malaysia yang diduga memerkosa PRT-nya yang berasal dari Indonesia. Foto/The Star
A+ A-
JAKARTA - Plh. Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha mengatakan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terus memantau kasus pemerkosaan WNI oleh seorang politisi Malaysia.Judha menuturkan, pihak KBRI telah mendapatkan akses kekonsuleran dan telah menemui WNI yang menjadi korban pemerkosaan. Judha menyebut, secara fisik WNI itu dalam kondisi baik, namun berbanding terbalik secara mental."Menindaklanjuti informasi mengenai seorang WNI penata laksana rumah tangga yang menjadi korban pemerkosaan di wilayah Perak, Malaysia, pada tanggal 10 Juli 2019 KBRI Kuala Lumpur mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Malaysia untuk meminta akses kekonsuleran," kata Judha pada Kamis (11/7)."Pada hari ini, Pejabat Konsuler bersama Atase Polri telah bertemu dengan Kepala Polisi Wilayah Perak di Ipoh, berjarak sekitar 200 km dari Kuala Lumpur, sekaligus bertemu langsung dengan korban WNI. Saat dikunjungi, kondisi fisik korban dalam keadaan baik, meskipun secara psikis mengalami trauma," sambungnya.Dia lalu menuturan, untuk memberikan ketenangan kepada WNI, KBRI berusaha untuk dapat memboyong WNI tersebut kepada penampungan yang ada di KBRI Kuala Lumpur."KBRI akan terus memonitor proses penegakan hukum terhadap pelaku. Untuk memberikan ketenangan kepada korban, KBRI mengupayakan agar yang bersangkutan dapat tinggal di shelter KBRI Kuala Lumpur selama proses hukum berlangsung," tukasnya.Sebelumnya diwartakan, polisi Negara Bagian Perak, Malaysia, telah menangkap seorang anggota dewan setempat untuk diselidiki terkait tuduhan pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT)-nya yang berasal dari Indonesia. Penangkapan politikus bernama Paul Yong Choo Kiong, 49, itu berlangsung hari Selasa kemarin.

(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak