alexametrics

Takut Diserang Iran, Kapal Minyak Inggris Dikawal Kapal Perang

loading...
Takut Diserang Iran, Kapal Minyak Inggris Dikawal Kapal Perang
kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Montrose. Foto/Sky News
A+ A-
TEHERAN - Inggris mengirim kapal perang untuk mengawal kapal tanker minyaknya, BP, yang melewati perairan Teluk Persia. London takut kapal tanker minyaknya diserang Iran sebagai pembalasan atas perampasan kapal tanker minyak Teheran di perairan Gibraltar.

Menurut laporan Bloomberg, Rabu (10/7/2019), kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Montrose mengawal kapal tanker minyak rakasasa BP di perairan Teluk Persia. Perusahaan operator takut kapal BP dirampas oleh pasukan Teheran.

London mengklaim bahwa kapal tanker minyak Iran, Grace 1—yang disita polisi dan agen bea cukai Gibraltar dengan bantuan Marinir Kerajaan Inggris pada 4 Juli—hendak membawa minyak Iran ke Suriah. Tindakan itu dianggap melanggar sanksi Uni Eropa yang dijatuhkan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad.



Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Inggris telah menyadari akibatnya atas penahanan kapal tanker minyak Iran di Selat Gibraltar.

"Sekarang Anda benar-benar putus asa sehingga ketika salah satu tanker Anda ingin pindah di wilayah ini, Anda harus membawa fregat (untuk mengawalnya) karena Anda takut," katanya.

"Lalu mengapa Anda melakukan tindakan (ketegangan) seperti itu? Anda sebaiknya membiarkan navigasi menjadi aman," ujar Rouhani. Dia menggambarkan Inggris sebagai penggagas rasa tidak aman.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa kapal tanker minyak Grace 1 yang dirampas Inggris dan orotitas Gibraltar tidak menuju Suriah.

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif telah mengutuk penyitaan secara tidak sah atas kapal tanker Grace 1 oleh Inggris."Itu murni pembajakan murni," katanya."Preseden yang berbahaya," imbuh dia.

Mahkamah Agung Gibraltar telah memperpanjang penahanan kapal tanker Grace 1 selama dua minggu, mengacu pada sanksi Uni Eropa terhadap Suriah.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak