alexametrics

Swedia Gabung Program Jet Tempur Generasi ke-6 Inggris Tempest

loading...
Swedia Gabung Program Jet Tempur Generasi ke-6 Inggris Tempest
Model desain jet tempur generasi keenam Inggris, Tempest, dipamerkan di Farnborough Airshow, di Farnborough 16 Juli 2018. Foto/REUTERS/Peter Nicholls
A+ A-
LONDON - Swedia menjadi mitra internasional pertama yang bergabung dengan program pesawat jet tempur tempur generasi keenam Inggris yang diberi nama Tempest.

Pengumuman yang akan melibatkan pemerintah dan industri kedua negara itu akan disampaikan pada acara tiga hari Royal International Air Tattoo (RIAT) yang dimulai 19 Juli di RAF Fairford.

Program ini menjadi daya tarik utama dalam strategi tempur udara baru yang dirakit bersama dan sebagian besar untuk memungkinkan industri kedirgantaraan pertahanan Inggris mempertahankan keunggulan teknologinya dalam mengembangkan jet tempur.



Pemerintah Inggris yang dikuasai kubu Partai Konservatif menjanjikan £2 miliar atau USD2,5 miliar untuk mendanai tahap awal program yang dipimpin oleh sejumlah kontraktor pertahanan seperti BAE Systems, Rolls-Royce, MBDA dan Leonardo.

Tetapi pejabat pemerintah selalu memperjelas bahwa program Tempest terjangkau hanya dengan keterlibatan mitra asing yang membawa uang, teknologi, dan pasar.

Prancis, Jerman, dan Spanyol juga ingin mengembangkan pesawat tempur sendiri yang dapat terbang pada tahun 2026.

Doug Barrie, analis militer senior di kelompok think tank Institut Internasional untuk Studi Strategis di London, mengatakan Swedia membawa beberapa manfaat untuk program ini, tidak terkecuali keterampilan industri mereka.

"Saab telah mampu membangun pesawat tempur yang mampu dengan biaya yang bisa dilakukan negara seperti Swedia, sehingga mereka membawa daya saing biaya dan mereka membawa sejumlah pesanan potensial," kata Barrie, seperti dikutip Defense News, Senin (8/7/2019). Saab adalah kontraktor pertahanan Swedia.

Analis tersebut mengatakan kemungkinan Swedia akan memiliki persyaratan militer yang sama dengan Inggris pada saat Tempest dalam pelayanan militer.

"Dengan Rusia yang jauh lebih tegas di depan pintu mereka, Swedia mungkin melihat persyaratan kemampuan mereka untuk 2040 dan seterusnya serta memutuskan bahwa mereka membutuhkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada Gripen," kata Barrie. Gripen adalah jet tempur produksi Saab.

Sebelumnya, Swedia, Jepang, Italia, dan Turki menjadi negara yang disebut-sebut akan menjadi mitra potensial untuk program yang bertujuan melihat pesawat Tempest terbang perdana sekitar tahun 2035.

Program Tempest diluncurkan setelah pembicaraan gagal dengan Perancis dan Jerman tentang program jet tempur Eropa-nya yang dikenal sebagai Future Air Combat System (FCAS). Spanyol bergabung dengan program FCAS ketika Paris Air Show berlangsung bulan lalu. FCAS dipimpin oleh Airbus dan Dassault.

Swedia sejatinya juga telah dalam pembicaraan untuk bergabung dengan program FCAS, tetapi CEO Saab Hakan Buskhe mengecilkan prospek ikatan dengan usaha Prancis-Jerman tersebut.

"Kami (dalam) diskusi jauh lebih intensif dengan orang Inggris daripada konsorsium lainnya. Saya pikir kita bisa melakukan hal-hal baik bersama," ujarnya, yang memilih gabung dengan program Tempest daripada FCAS.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak