alexametrics

Jepang Minta RI Mulai Kembali Repatriasi Kerangka Tentara

loading...
Jepang Minta RI Mulai Kembali Repatriasi Kerangka Tentara
Permintaan itu disampaikan saat Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi di Tokyo. Foto/Twitter
A+ A-
TOKYO - Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono meminta pemerintah Indonesia untuk segera memulai kembali proses pengembalian kerangka tentara Jepang. Permintaan itu disampaikan Kono saat bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi di Tokyo.

Menurut keterangan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta yang diterima Sindonews pada Kamis (27/6), pada awal pertemuan Kono menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Retno pada KTT G20.

Kono kemudian memuji kepemimpinan Indonesia dalam kawasan ASEAN, serta menyampaikan keinginan untuk berkontribusi demi kestabilan dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik melalui kerja sama dengan Indonesia sebagai negara sesama demokrasi dan kemaritiman.



"Selanjutnya, Kono juga menyambut baik penandatanganan berbagai nota kerjasama antara kedua negara termasuk repatriasi kerangka tentara Jepang, bantuan hibah terkait rekonstruksi Provinsi Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami, kerjasama antara Japan Coast Guard dan BAKAMLA, program pelatihan praktik pekerja teknis, serta sampah plastik di lautan," bunyi keterangan kedubes Jepang.

"Dia juga meminta kerjasama Menlu Retno untuk memberikan instruksi kepada pihak-pihak terkait agar kegiatan repatriasi kerangka tentara Jepang dapat segera dimulai kembali. Selain itu, Kono juga menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kerjasama melalui peningkatan kapasitas terkait penyelesaian masalah sampah plastik di laut," sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kono dan Retno turut membahas kawasan Pasifik yang bebas dan terbuka, ASEAN-related Foreign Ministers Meetings, Laut China Selatan, Korea dan sebagainya. "Serta menyepakati untuk melanjutkan kerjasama yang lebih erat," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak