alexametrics

Trump: Saya Akan Berbicara dengan Jong-un dalam 'Bentuk Berbeda'

loading...
Trump: Saya Akan Berbicara dengan Jong-un dalam Bentuk Berbeda
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan berbicara dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un dalam bentuk yang berbeda selama lawatannya ke Asia. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia tidak akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dalam perjalanannya ke Asia minggu ini. Namun itu bukan berarti ia tidak akan berbicara dengan Jong-un.

"Saya akan bertemu dengan banyak orang, bukan dengan dia (Kim Jong-un), tetapi saya mungkin berbicara dengannya dalam bentuk yang berbeda," kata Trump.

"Saya akan pergi, seperti yang kau tahu, ke Korea Selatan setelah kita selesai dengan G20. Dan kita akan berada di sana selama sekitar satu hari. Kita memiliki banyak pertemuan yang direncanakan dengan banyak negara yang berbeda," tuturnya seperti dikutip dari Korea Herald, Kamis (27/6/2019).



Trump membuat pernyataan itu ketika akan meninggalkan Gedung Putih menuju Osaka, Jepang, di mana ia akan menghadiri KTT Kelompok 20 (G20) sebelum melakukan perjalanan ke Korea Selatan (Korsel) pada hari Sabtu.

Trump tidak menjelaskan bagaimana dia bisa berbicara dengan pemimpin Korut tersebut.

Ada spekulasi sebelumnya bahwa selama perjalanannya ke Korsel pada hari Sabtu dan Minggu ia akan melakukan perjalanan ke Zona Demiliterisasi (DMZ) di perbatasan antar-Korea dan bertemu dengan Kim Jong-un di sana.

Baca juga: Melawat ke Korsel, Trump Dilaporkan Pertimbangkan Sambangi DMZ

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan pada hari Senin, bahwa tidak ada rencana untuk pertemuan Trump-Kim Jong-un di Semenanjung Korea. Terkait kemungkinan perjalanan ke DMZ, dia mengatakan dia tidak bisa mengkonfirmasi karena jadwal presiden masih diselesaikan.

Menurut para pejabat Trump akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in mengenai program senjata nuklir Korut, aliansi Korsel-AS, dan hubungan perdagangan bilateral.

Moon Jae-in, yang telah mendapatkan kredit karena melanjutkan diplomasi dengan rezim Pyongyang tahun lalu, kemungkinan akan berusaha menjembatani kesenjangan antara Korut dan AS tentang bagaimana menyamakan langkah-langkah denuklirisasi dengan bantuan sanksi.

Trump dan Kim Jong-un pada pertemuan puncak bersejarah pertama mereka Juni lalu sepakat untuk bekerja menuju denuklirisasi total Semenanjung Korea sebagai imbalan atas jaminan keamanan AS.

Tetapi KTT kedua pada Februari berakhir tanpa kesepakatan, yang mengarah ke kebekuan negosiasi selama berbulan-bulan dan memperbaharui ketegangan atas uji coba rudal jarak pendek Korut pada Mei lalu.

Belum lama ini dunia internasional disuguhkan korespondensi antara Trump dan Kim, yang telah meningkatkan harapan untuk putaran baru pembicaraan kedua negara.

Moon Jae-in dalam wawancara tertulis pada Rabu kemarin dengan Yonhap News Agency dan enam kantor berita global lainnya mengatakan bahwa Korut dan AS telah melakukan pembicaraan mengenai pertemuan puncak ketiga.

Baca juga: Diam-diam, AS-Korut Bahas KTT Trump-Kim Jong-un Ketiga
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak