alexametrics

Agen Mossad yang Membantu Menghukum Eichmann Meninggal

loading...
Agen Mossad yang Membantu Menghukum Eichmann Meninggal
Michael Maor, agen Mossad Israel pengumpul bukti kejahatan petinggi Nazi Adolf Eichmann, meninggal dunia. Foto/Screencapture YouTube
A+ A-
TEL AVIV - Michael Maor, agen Mossad Israel yang mendapatkan bukti untuk menghukum petinggi Nazi; Adolf Eichmann, telah meninggal dunia. Maor adalah korban selamat dari Holocaust.

Agen intelijen Israel itu meninggal di usia 86 tahun. Maor meninggal pada hari Selasa dan dimakamkan Rabu (26/6/2019) pukul 11.00 waktu setempat di pusat kota Modi'in.

Maor, yang lahir pada tahun 1933 di Halberstadt, Jerman, melarikan diri dari Nazi dengan orang tuanya. Dia awalnya melarikan diri ke Spanyol dan kemudian ke Yugoslavia. Orang tuanya terbunuh ketika pasukan Jerman memasuki Yugoslavia pada 1944 dan dia selamat sampai akhirnya melarikan diri ke Palestina pada 1945.



Dia menjalani dinas militer sebagai penerjun payung dan perwira saat bekerja untuk Mossad. Dia juga belajar fotografi di Jerman.

"Di antara prestasi profesional lainnya, ia memperoleh dokumen dari kantor Jaksa Agung Baden Essen yang membuktikan keterlibatan Eichmann dalam pembasmian orang-orang Yahudi selama Holocaust," kata Yad Vashem, Pusat Peringatan Holocaust Dunia yang berbasis di Israel, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (27/6/2019).

Eichmann bertanggung jawab atas pengorganisasian genosida Yahudi Eropa setelah Perang Dunia II. Dia ditangkap Mossad pada tahun 1960 di Argentina dan diselundupkan ke Israel.

Eichmann dihukum atas 15 tuntutan pidana, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan kejahatan terhadap orang-orang Yahudi. Dia dijatuhi hukuman mati pada 1 Juni 1962, satu-satunya orang yang dihukum mati saat Israel memberlakukan hukuman mati.

Maor menjadi agen Mossad selama 15 tahun. Dia meninggalkan seorang istri, tiga anak dan empat cucu.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak