alexametrics

Lima Tahun 'Bungkam', Rusia Kembali Bisa Bersuara di Dewan Eropa

loading...
Lima Tahun Bungkam, Rusia Kembali Bisa Bersuara di Dewan Eropa
Majelis Parlemen Dewan Eropa sepakat untuk memulihkan hak suara Rusia. Foto/Istimewa
A+ A-
BRUSSELS - Majelis Parlemen Dewan Eropa sepakat untuk memulihkan hak suara Rusia. Pemulihan ini dilakukan lima tahun setelah hak tersebut dicabut terkait aneksasi ilegal Rusia terhadap Semenanjung Crimea.

Dalam pernyataannya, Dewan Eropa mengatakan majelis itu menegaskan hak-hak anggotanya untuk memilih, berbicara, dan diwakili dalam majelis dan badan-badannya. Sebanyak 118 mendukung pemulihan hak suara Rusia, 62 menentang, dan 10 abstain.

Kepala delegasi Ukraina, Volodymyr Ariev, mengatakan keputusan itu mengirim "pesan yang sangat buruk" ke Moskow dan lainnya.



"Lakukan apa yang kamu inginkan, mencaplok wilayah negara lain, membunuh orang di sana dan kamu masih akan pergi dengan segalanya," katanya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Selasa (25/6/2019).

Beberapa pengamat berpendapat bahwa mengusir Rusia dari Dewan Eropa - lembaga terkemuka untuk hak asasi manusia di Eropa - akan menjadi bencana bagi organisasi yang beroperasi di negara itu. Rusia mengancam akan hengkang jika negara itu diblokir untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara pemilihan sekretaris jenderal baru pada Rabu mendatang.

"Dampak langsung dari kepergian Rusia dari dewan akan dirasakan paling tidak oleh Kremlin, tetapi lebih oleh orang-orang Rusia," kata Komite Helsinki Belanda dalam sebuah pernyataan pada bulan Desember.

"Kepergian Rusia dari dewan akan menyangkal perlindungan dan keadilan warga negara Rusia yang diberikan oleh pengadilan - memperburuk hak asasi manusia di negara itu," sambung pernyataan itu.

Pada 2014, Rusia secara ilegal mencaplok Semenanjung Crimea dalam referendum yang dikutuk dunia internasional. Intervensi militer Moskow di semenanjung itu dan referendum berikutnya mengobarkan sentimen separatis di Ukraina timur, yang memicu pemberontakan oleh pasukan pro-Rusia.

Namun, bulan lalu, Jerman dan Prancis dilaporkan mendorong kompromi yang akan memungkinkan Moskow untuk kembali ke Dewan Eropa. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan kompromi itu akan memastikan jutaan warga Rusia melindungi Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Kasus-kasus yang berasal dari Rusia merupakan bagian terbesar dari kasus yang dibawa ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Dewan Eropa, bersama dengan lembaga saudaranya, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, bertugas mempromosikan hak asasi manusia dan supremasi hukum di 47 negara anggotanya di Eropa.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak