alexametrics

Cari Dukungan Lawan Iran, Pompeo Sambangi Saudi dan UEA

loading...
Cari Dukungan Lawan Iran, Pompeo Sambangi Saudi dan UEA
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menuturkan, dia akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk membahas masalah Iran. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menuturkan, dia akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk membahas mengenai masalah Iran. Pompeo menuturkan, kunjungan ini dimaksudkan untuk membentuk koalisi global melawan ancaman Iran.

Pompeo menekankan, dia ingin berdiskusi dengan sekutu-sekutu AS di kawasan mengenai bagaimana memastikan bahwa semua pihak selaras secara strategis dan bagaimana dapat membangun koalisi global.

"Saya akan keluar hari ini. Perhentian pertama kami adalah di Saudi dan UEA, dua sekutu besar yang menghadapi tantangan yang disajikan Iran," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (25/6).



"Bagaimana kita dapat membangun koalisi global, sebuah koalisi tidak hanya di seluruh negara-negara Teluk, tetapi di Asia dan di Eropa, yang memahami tantangan ini dan siap untuk melawan sponsor teror negara terbesar di dunia," sambungnya.

Sementara itu, sebelumnya Pompeo mengatakan, AS akan terus melakukan kampanye tekanan terhadap Iran, sampai negara tersebut itu memilih diplomasi, dibanding kekerasan.

Pompeo menuturkan, pihaknya telah membentuk gugus tugas global untuk meningkatkan pengawasan entitas keuangan yang berbasis di Iran, mengutip dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh Teheran.

"Ketika rezim Iran memutuskan untuk menghentikan kekerasan dan memenuhi diplomasi kami dengan diplomasi, ia tahu bagaimana menghubungi kami. Sampai saat itu, isolasi diplomatik dan kampanye tekanan ekonomi kami terhadap rezim akan meningkat," ucap Pompeo.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak