alexametrics

Eks Jenderal AS: Tak Ada Orang AS Terbunuh, Trump Batal Serang Iran

loading...
Eks Jenderal AS: Tak Ada Orang AS Terbunuh, Trump Batal Serang Iran
Jet-jet tempur siaga di atas kapal induk USS Abraham Lincoln Amerika Serikat. Foto/REUTERS/HM/RR
A+ A-
WASHINGTON - Pensiunan jenderal bintang empat Amerika Serikat (AS), Jack Keane, meyakini serangan terhadap Iran hanya soal waktu. Menurutnya, pembatalan serangan oleh Presiden Donald Trump karena penembakan pesawat nirawak Washington oleh Teheran tidak menewaskan orang Amerika.

Analis strategi senior Fox News ini melanjutkan Iran bisa diserang jika melakukan provokasi yang lain.

"Anda akan melihat jenis serangan yang sama sekali berbeda jika orang Amerika terbunuh oleh orang Iran, tetapi serangan ini, saya pikir, ada di rak dan kemungkinan tidak akan diulang," katanya, yang dilansir Sabtu (22/6/2019).



Keane mengatakan sanksi keras AS terhadap Iran telah berpengaruh dan dia percaya Menteri Luar Negeri Michael Pompeo akan bekerja cepat dengan sekutu AS untuk "menopang" jalur kapal kargo di Teluk Persia di dekat Iran.

Dia menambahkan, tugas utama kedua pemerintah Trump adalah mengartikulasikan "garis merah" kepada Iran bahwa mereka tidak dapat meningkatkan pengayaan uranium di luar titik tertentu.

Komentar mantan jenderal AS itu muncul setelah Trump membuat keputusan pembatalan serangan terhadap Iran pada menit-menit terakhir Kamis malam. Serangan itu sedianya sebagai balasan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat tak berawak mata-mata Angkatan Laut AS, RQ-4 Global Hawk.

Menurut militer Iran, pesawat itu terbang di atas wilayah udaranya. Namun, versi Washington pesawat tersebut terbang di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz.

Trump sendiri melalui Twitter telah mengonfirmasi bahwa dia memang membatalkan serangan terhadap Teheran.

"Kami menodongkan dan memuat (senjata) untuk membalas semalam terhadap tiga sasaran yang berbeda ketika saya bertanya; 'Berapa banyak yang akan mati?'. '150 orang, tuan', itu adalah jawaban dari seorang jenderal. Sepuluh menit sebelum serangan, saya menghentikannya, tidak sebanding dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak," tulis Trump di Twitter.

“Saya tidak terburu-buru, militer kita dibangun kembali, baru, dan siap untuk pergi, sejauh ini yang terbaik di dunia. Sanksi menggigit dan lebih banyak ditambahkan tadi malam. Iran tidak pernah bisa memiliki senjata nuklir, tidak melawan AS, dan tidak melawan dunia!"
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak