alexametrics

UE Tuntut Rusia Kooperatif dalam Kasus MH17

loading...
UE Tuntut Rusia Kooperatif dalam Kasus MH17
Puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH-17 yang ditembak jatuh di Ukraina timur pada 2014. Foto/Istimewa
A+ A-
BRUSSELS - Para pemimpin Uni Eropa akan memberikan tekanan internasional baru pada Rusia atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17. Mereka menuntut Moskow bekerja sama dengan penyelidikan Belanda yang berujung ditetapkannya empat orang sebagai tersangka.

Kremlin juga akan dihadapkan dengan peringatan keras mengenai kebijakannya mempermudah warga Ukraina timur memperoleh paspor Rusia.

Penyelidik internasional pada hari Rabu mendakwa tiga orang Rusia dan seorang Ukraina dengan pembunuhan atas bencana tahun 2014, di mana 298 orang tewas. Pengadilan di Belanda akan memulai persidangan pada bulan Maret tahun depan.



Tetapi baik Rusia maupun Ukraina tidak mengekstradisi warga negara mereka dan Kremlin mengecam tuduhan yang sama sekali tidak berdasar terhadap mereka, yang semuanya memiliki hubungan militer dan intelijen.

Para pemimpin pemerintah Uni Eropa pada pertemuan puncak di Brussels akan menyambut dakwaan kriminal atas jatuhnya pesawat itu. Pesawat MH-17 diketahui dihantam oleh rudal di atas Ukraina timur yang dikuasai oleh pemberontak pro-Rusia saat terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

"Dewan Eropa menegaskan kembali dukungan penuhnya untuk semua upaya untuk membangun kebenaran, keadilan dan pertanggungjawaban bagi para korban dan kerabat mereka berikutnya," kata para pemimpin itu, menurut rancangan kesimpulan pertemuan puncak formal.

"(Dewan) meminta Rusia untuk bekerja sama sepenuhnya dengan investigasi yang sedang berlangsung, dan menyatakan keyakinan penuhnya pada independensi dan profesionalisme prosedur hukum yang ada di depan," bunyi lanjutan pernyataan itu yang dilansir dari AFP, Jumat (31/6/2019).

KTT itu juga akan menyuarakan "keprihatinan sepenuhnya" atas keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempercepat kewarganegaraan Rusia bagi warga Ukraina yang tinggal di daerah yang dikuasai pemberontak yang didukung Kremlin. UE pun memperingatkan bahwa mereka tidak akan mengakui dokemen perjalanan mereka.

"Dewan Eropa akan terus memantau situasi di Ukraina timur dan siap mempertimbangkan opsi lebih lanjut, termasuk tidak mengakui paspor Rusia yang dikeluarkan dalam kontradiksi dengan perjanjian Minsk," kata kesimpulan pertemuan puncak itu.

Para pemimpin juga akan memperpanjang sanksi enam bulan yang dijatuhkan pada Rusia atas aneksasi Crimea dari Ukraina - meskipun para diplomat mengatakan beberapa negara anggota telah mendorong perpanjangan selama 12 bulan.

Seruan itu datang setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bersikeras bahwa Moskow harus memastikan mereka yang dituntut atas insiden tersebut menghadapi persidangan.

Tim investigasi yang dipimpin Belanda pada hari Rabu mengatakan surat perintah penangkapan internasional telah dikeluarkan untuk warga negara Rusia Igor Girkin, Sergei Dubinsky dan Oleg Pulatov, dan Ukraina Leonid Kharchenko, yang semuanya diduga berperan dalam separatis yang dideklarasikan sebagai Republik Rakyat Donetsk.

Jaksa penuntut mengatakan keempat orang itu harus bertanggung jawab karena membawa sistem rudal permukaan-ke-udara BUK dari Rusia ke Ukraina bagian timur meskipun bukan mereka yang menekan tombol. Pesawat Malaysia Airlines MH-17 diketahui dihantam oleh rudal BUK.

Hubungan antara Uni Eropa dan Rusia jatuh ke dalam pembekuan mendalam atas perang di Ukraina timur - yang bergemuruh dengan korban tewas sekitar 13.000 - dan jatuhnya MH17.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak