alexametrics

Berbagi Informasi Soal Ancaman Iran, Utusan Khusus AS Sambangi Timur Tengah

loading...
Berbagi Informasi Soal Ancaman Iran, Utusan Khusus AS Sambangi Timur Tengah
Utusan khusus AS untuk Iran Brian Hook. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Iran, Brian Hook, akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk membahas klaim Washington bahwa Teheran adalah ancaman bagi kawasan itu. Hook rencananya akan menyambangi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, dan Bahrain.

"Dia juga akan berbagi data intelijen AS tambahan tentang berbagai ancaman aktif yang saat ini dilakukan Iran di kawasan itu," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (20/6/2019).

Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan Hook diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Eropa minggu depan untuk bertemu dengan para pejabat dari Inggris, Jerman dan Prancis untuk membahas berbagai masalah mengenai rezim Iran.



Sebelumnya pada hari Rabu, Hook mengatakan kepada subkomite Hubungan Luar Negeri Senat AS bahwa belum ada diskusi dalam pemerintahan Trump tentang melakukan serangan militer ofensif terhadap Iran. Hook menekankan, bagaimanapun, bahwa setiap tindakan yang diambil oleh pemerintahan Trump terhadap Iran akan sah.

Pada hari Senin, Departemen Pertahanan mengumumkan AS akan mengerahkan 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah setelah serangan baru-baru ini terhadap tanker minyak di Teluk Oman.

Baca juga: AS Kerahkan 1.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Pekan lalu, dua kapal tanker minyak, Kokuka Courageous dan Front Altair, dilaporkan diserang di Teluk Oman dekat Selat Hormuz. Sementara penyebab insiden itu tetap tidak diketahui, AS mengklaim bahwa Iran diduga menyabotase kedua kapal itu. Militer AS kemudian merilis sebuah video yang memperlihatkan pasukan Iran diduga mengeluarkan ranjau yang tidak meledak dari salah satu kapal tanker. Rekaman itu, bagaimanapun, tidak menunjukkan nama atau bendera kapal yang dapat membantu memperkuat klaim.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif menuduh AS, Israel dan Arab Saudi mengoordinasikan kampanye untuk menyalahkan Iran atas serangan tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak bermaksud untuk berperang dengan AS, tetapi akan terus menentang Washington.

AS dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan pasukannya di Timur Tengah dalam apa yang digambarkan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton sebagai pesan yang jelas dan tidak salah untuk Iran. Pengerahan AS yang baru di kawasan itu termasuk kelompok serangan kapal induk, rudal Patriot, pembom B-52, dan pesawat tempur F-15, menurut Pentagon.

Hubungan antara Washington dan Teheran menjadi semakin meruncing sejak 2018, ketika AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan mulai menerapkan kembali sanksi terhadap republik Islam itu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak