alexametrics

AS Dilaporkan Bakal Lakukan Serangan Besar-besaran terhadap Iran

loading...
AS Dilaporkan Bakal Lakukan Serangan Besar-besaran terhadap Iran
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana melakukan serangan taktis besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Iran. Hal itu diungkapkan seorang diplomat Barat di markas PBB di New York kepada surat kabar Israel, Maariv.

"Pemboman akan sangat besar tetapi akan terbatas pada target tertentu," kata sumber anonim itu, tanpa menyebutkan secara spesifik apa jenis targetnya seperti dilansir dari Sputnik, Rabu (19/6/2019).

Sementara itu media Israel lainnya, The Jerusalem Post, menyatakan bahwa serangan itu mungkin menargetkan fasilitas yang terkait dengan program nuklir Iran.



Menurut sumber-sumber Maariv, Gedung Putih telah membahas opsi aksi militer terhadap Iran secara panjang lebar. Presiden Trump sendiri tidak antusias tentang prospek serangan, tetapi "kehilangan kesabaran" dan membiarkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, yang telah membuat lebih banyak pernyataan hawkish tentang masalah ini, untuk mendorong maju dengan kebijakan pilihannya.

"Diskusi tingkat tinggi tentang kemungkinan opsi militer melibatkan komandan senior, pejabat Pentagon dan penasihat presiden," menurut para pejabat anonim tersebut.

Pekan lalu, menyusul serangan sabotase terhadap dua tanker "terkait" Jepang di Teluk Oman, Menteri Luar Negeri Pompeo segera menyalahkan Iran atas serangan itu. Teheran dengan tegas menolak tuduhan Pompeo. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan AS membuat klaimnya tanpa sedikit pun bukti faktual. Ia balik menuduh pejabat pemerintah Trump dan sekutu Teluk mereka terlibat dalam diplomasi sabotase untuk menutupi terorisme ekonomi mereka melawan Iran. "

Jumat lalu, presiden perusahaan Jepang yang mengoperasikan salah satu kapal tanker yang dihantam serangan pada Kamis menentang peristiwa itu versi AS. Ia mengatakan kru kapal melihat benda terbang ke arah mereka sebelum ledakan. Pernyataan pejabat itu bertentangan dengan tuduhan AS tentang pasukan militer Iran menggunakan ranjau yang melekat pada kapal untuk melakukan serangan.

Baca juga: Soal Serangan Tanker, Pengakuan Pemilik Kapal Berbeda dengan AS

Beberapa sekutu utama AS, termasuk Jerman, Prancis, dan Jepang, telah menyatakan keraguan yang sama tentang klaim AS mengenai serangan kapal tanker itu, meskipun Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan bahwa penilaian intelijen independen oleh London telah menunjukkan bahwa Iran "hampir pasti" berada di belakang sabotase.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan bahwa keputusan AS untuk mengerahkan 1.000 tentara lagi ke Timur Tengah melawan Iran mengancam akan membuka Kotak Pandora. Sementara itu Moskow mengatakan bahwa kebijakan tekanan politik, psikologis, ekonomi dan militer AS terhadap Iran cukup provokatif dan sama dengan upaya memprovokasi perang.

Ketegangan antara Iran dan AS mulai meningkat pada Mei 2018, ketika AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Teheran. Bulan lalu, Iran mengumumkan akan menarik diri dari beberapa komitmen di bawah kesepakatan nuklir. Meski begitu, Teheran menyatakan bahwa mereka tidak ingin mengejar senjata nuklir.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak