alexametrics

AS Kirim Pasukan Tambahan, Rouhani Pilih Menahan Diri

loading...
AS Kirim Pasukan Tambahan, Rouhani Pilih Menahan Diri
Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan pihaknya tidak akan berperang dengan pihak manapun. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak akan berperang melawan negara mana pun. Pernyataan itu dilontarkannya setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan lebih banyak pengerahan pasukan ke Timur Tengah.

Dalam sebuah pidato, Rouhani menolak upaya AS untuk mengisolasi Iran dengan menyebut upaya itu tidak akan berhasil. Ia lantas menyebut Presiden AS Donald Trump tidak berpengalaman dalam urusan internasional.

Namun ia menegaskan jika Teheran tidak mencari konflik.



"Iran tidak akan berperang melawan negara mana pun," ujar Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah.

"Terlepas dari semua upaya Amerika di kawasan ini dan keinginan mereka untuk memutuskan hubungan kami dengan seluruh dunia dan keinginan mereka untuk menjaga iran tetap tertutup, mereka tidak akan berhasil," ucapnya seperti dilansir dari Reuters, Selasa (18/6/2019).

Kekhawatiran akan konfrontasi antara Iran dan musuh bebuyutannya, Amerika Serikat, meningkat sejak Kamis pekan lalu ketika dua kapal tanker minyak diserang di dekat jalur pelayaran strategis Hormuz. Washington menuding Teheran sebagai pelaku. Namun Iran membantah terlibat dalam serangan itu.

Pejabat menteri pertahan AS, Patrick Shanahan, kemudian mengumumkan pengerahan sekitar 1.000 tentara ke Timur Tengah. Shanahan mengatakan pengiriman itu bertujuan defensif, mengutip kekhawatiran tentang ancaman dari Iran.

Penempatan pasukan AS yang baru merupakan tambahan dari penambahan 1.500 pasukan yang diumumkan bulan lalu sebagai tanggapan terhadap serangan kapal tanker pada bulan Mei. Washington sebelumnya memperketat sanksi, memerintahkan semua negara dan perusahaan untuk menghentikan impor minyak Iran atau dibuang dari sistem keuangan global.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak