alexametrics

Pertama Kali Kunjungi Korut, Xi Jinping Akan Temui Kim Jong-un

loading...
Pertama Kali Kunjungi Korut, Xi Jinping Akan Temui Kim Jong-un
Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un beserta masing-masing Ibu Negara saat bertemu di Beijing beberapa waktu lalu. Foto/KCNA/REUTERS
A+ A-
BEIJING - Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Korea Utara (Korut) minggu ini dalam upaya untuk meredakan ketegangan atas program nuklir Pyongyang. Dia akan menemui diktator muda Korea Utara Kim Jong-un.

Stasiun televisi negara China, CCTV, melaporkan Xi adalah pemimpin pertama negara tersebut yang mengunjungi Korea Utara dalam 14 tahun terakhir. Dia dijadwalkan bertemu dengan Kim Jong-un pada hari Kamis dan Jumat pekan ini.

Media rezim Pyongyang, KCNA, juga mengumumkan kunjungan kenegaraan tersebut, tetapi tidak memberikan rincian.



"Kedua belah pihak akan bertukar pandangan tentang situasi semenanjung (Korea), dan mendorong kemajuan baru dalam resolusi politik masalah semenanjung itu," bunyi siaran berita CCTV tentang kunjungan Xi, Selasa (18/6/2019).

Kunjungan Xi bertepatan dengan peringatan 70 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara kedua negara komunis tersebut.

Korea Utara belum menguji senjata nuklir atau rudal jarak jauh sejak pertemuan puncak Kim dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi pada Februari lalu. Kendati demikian, rezim Kim Jong-un telah melanjutkan uji coba senjata yang lebih kecil dan memperingatkan konsekuensi yang benar-benar tidak diinginkan jika AS tidak lebih fleksibel.

Pertemuan puncak atau KTT Hanoi gagal menghasilkan kesepakatan apa pun perihal seberapa jauh Korea Utara harus membongkar program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Washington telah menuntut agar Korea Utara membuat kemajuan yang dapat diverifikasi untuk menyerahkan senjata nuklirnya sebelum ada sanksi yang dicabut. Namun, Pyongyang mengatakan Washington gagal memberikan penghargaan atas langkah-langkah yang telah diambil pemerintah Kim.

Gedung Putih mengatakan kunjungan Xi membuktikan bahwa fokus dunia masih pada denuklirisasi Korea Utara. "Tujuan kami mencapai denuklirisasi (Korea Utara) sudah final, yang sepenuhnya diverifikasi sebagaimana disetujui oleh pemimpin Kim," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Kunjungan Xi ke Pyongyang dilakukan menjelang kunjungan Trump ke Korea Selatan setelah pertemuan puncak G-20 di kota Osaka, Jepang, pada akhir Juni nanti.

Kantor Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan pihaknya berharap kunjungan Xi akan mengakhiri kebuntuan nuklir Korut. "Kami berharap bahwa kunjungan ini akan berkontribusi pada dimulainya kembali negosiasi untuk denuklirisasi lengkap semenanjung Korea yang akan mengarah pada penyelesaian perdamaian abadi di semenanjung Korea," kata kantor presiden tersebut.

Negosiasi antara AS dan Korea Utara telah mencapai jalan buntu. Sejak pertemuan puncak Hanoi gagal menghasilkan kesepakatan, kedua pihak belum melakukan pembicaraan tingkat kerja.

Kendati demikian, Trump baru-baru ini mengaku telah menerima "surat indah" dari Kim Jong-un. Dia juga telah mengecilkan kekhawatiran perihal tes rudal jarak pendek Korea Utara.

Bulan lalu, Korea Utara menguji tembak rudal jarak pendek dan senjata lainnya ke laut dalam upaya nyata untuk menekan AS.

Kim telah melakukan empat kunjungan ke China—mitra ekonomi terbesar negaranya—sejak Maret tahun lalu. Pertemuannya dengan Xi berlangsung dalam jeda waktu perundingannya dengan Trump dan Moon.

"Isyaratnya adalah bahwa China tetap menjadi pemangku kepentingan yang kritis," kata Jingdong Yuan, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam keamanan Asia-Pasifik dan kebijakan luar negeri China di Universitas Sydney, ketika mengomentari kunjungan Xi ke Pyongyang.

"Anda tidak dapat mengabaikan China dan China dapat memainkan peran yang sangat penting," katanya, seraya menambahkan bahwa Xi dapat menggunakan perjalanan itu sebagai "chip tawar-menawar" dalam perang dagang AS-China.

Pakar politik China, Zhang Lifan, mengatakan tujuan perjalanan Xi kemungkinan bukan untuk membuat terobosan, melainkan untuk mengingatkan negara-negara lain tentang posisi unik Beijing.

Zhang mengatakan Beijing bisa berusaha untuk mendapatkan pengaruhnya menjelang KTT G-20 di Jepang akhir bulan ini dan menegaskan kembali dirinya sebagai pemain global di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ekonominya.

"Korea Utara adalah kartu bagi China untuk dimainkan," kata Zhang, seperti dikutip The Guardian. "China mungkin ingin memamerkan hubungannya dengan Korea Utara dan menunjukkan pentingnya hubungan AS-Korea Utara."
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak