alexametrics

Edisi Pertama 'Origin of Species' Charles Darwin Laku Rp7,1 Miliar

loading...
Edisi Pertama Origin of Species Charles Darwin Laku Rp7,1 Miliar
Buku karya Charles Darwin On the Origin of Species. Foto/Istimewa
A+ A-
LONDON - Edisi pertama Origin of Species karya Charles Darwin telah terjual lebih dari setengah juta dolar dalam sebuah pelelangan. Rumah lelang Bonhams mengatakan angka penjualan itu sebagai rekor dunia.

Rumah lelang Bonhams mengatakan salinan On the Origin of Species by Means of Natural Selection yang berusia 160 tahun terjual seharga USD500.075 atau Rp7,1 miliar. Buku tersebut dibeli oleh seseorang melalui telepon setelah penarawan empat arah yang sengit berakhir pada tengah malam Kami lalu. Buku itu adalah telah menjadi koleksi pribadi selama hampir 100 tahun seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (16/6/2019).

Charles Darwin, seorang naturalis dan ahli biologi Inggris yang mengembangkan teori evolusi dengan mengamati dan mempelajari burung, tanaman, dan fosil di seluruh dunia, menerbitkan buku itu pada tahun 1859.



Teori ilmiah revolusionernya dianggap sebagai titik balik dalam sejarah sains karena bertentangan dengan keyakinan agama dalam penciptaan.

Buku itu ada di antara sejumlah salinan presentasi edisi pertama yang dikirim ke keluarga dan teman-teman tak lama setelah diterbitkan.

Pemilik asli buku itu adalah ahli botani Jerman Robert Caspary, yang sering menjadi koresponden Darwin. Dalam buku itu tertulis "Profesor Caspary/Koenigsberg/dari penulis."

Karya Caspary dibahas dalam publikasi Darwin lainnya termasuk dalam buku Variasi Hewan dan Tumbuhan Di Bawah Domestikasi yang terbit tahun 1868 serta Berbagai Bentuk Bunga pada Tumbuhan dari Spesies yang Sama terbit pada 1877.

Buku itu dibeli pada awal abad ke-20 oleh Edward Bradford Titchener, seorang psikolog dan profesor kelahiran Inggris di Universitas Cornell, dan diturunkan ke pemiliknya saat ini sebelum akhirnya laku terjual.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak