alexametrics

Sasar Bandara Abha, 5 Drone Houthi Dicegat Pertahanan Udara Saudi

loading...
Sasar Bandara Abha, 5 Drone Houthi Dicegat Pertahanan Udara Saudi
Pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat lima drone Houthi yang menyasar Bandara Abha. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
RIYADH - Arab Saudi mengatakan pasukan pertahanan udaranya berhasil mencegat lima pesawat tanpa awak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak Yaman, Houthi, di Bandara Abha dan kota Khamis Mushait dalam eskalasi konflik terbaru di wilayah tersebut.

"Lalu lintas udara dan ruang udara di bandara Abha beroperasi secara normal," ujar seorang juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Saudi Press Agency, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (14/6/2019).

Kelompok Houthi mengkonfirmasi jika mereka melakukan serangan pesawat tak berawak ke Bandara Abha seperti dilaporkan stasiun TV Al-Masirah. Serangan itu dilakukan selang dua hari setelah mereka menyerang bandara di barat daya Arab Saudi itu dengan rudal.



Sedikitnya 26 orang terluka setelah Houthi menembakkan rudal ke bandara Abha pada hari Rabu lalu, memicu tanggapan keras dari Riyadh yang berjanji untuk mengambil "tindakan tegas".

Kelompok pemberontak, yang telah berperang melawan koalisi pimpinan Saudi sejak Maret 2015, telah melakukan setidaknya empat serangan terhadap Arab Saudi minggu ini. Serangan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), sekutu utama Arab Saudi.

Pada hari Senin, pasukan pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dua pesawat tanpa awak yang menargetkan wilayah Khamis Mushait di selatan kerajaan. Serangan itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban.

Sementara bulan lalu, angkatan udara Saudi menembak jatuh sebuah drone bermuatan bom yang digunakan oleh pemberontak Houthi dengan target bandara Jizan, dekat dengan perbatasan Yaman di sebelah selatan. Bandara ini digunakan oleh ribuan warga sipil setiap hari, tetapi koalisi melaporkan tidak ada korban dan memperingatkan pemberontak Yaman itu akan respons yang kuat.

Sedangkan pada bulan Mei, dua stasiun pompa minyak di Arab Saudi menjadi sasaran drone Houthi yang menyebabkan gangguan kecil pada pasokan minyak. Serangan ini juga menyoroti lompatan dalam kemampuan drone Houthi.

Pemberontak Houthi mengatakan mereka memiliki hak untuk mempertahankan diri dalam menghadapi lima tahun pemboman koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) serta blokade udara dan laut. Koalisi Arab Saudi-UEA campur tangan di Yaman untuk mendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang digulingkan dari kekuasaan oleh Houthi pada akhir 2014.

Lembaga kemanusiaan mengatakan bahwa konflik di Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang, banyak dari mereka warga sipil. Konflik Yaman juga telah memicu apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan 24,1 juta - lebih dari dua pertiga populasi - membutuhkan bantuan.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak