alexametrics

Mesir dan Yordania Hadiri Pertemuan Bentukan AS Soal Palestina

loading...
Mesir dan Yordania Hadiri Pertemuan Bentukan AS Soal Palestina
Gedung Putih menyatakan, Yordania dan Mesir akan menghadiri konferensi ekonomi internasional yang digagas dan dipimpin AS mengenai Palestina di Bahrain. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Gedung Putih menyatakan, Yordania dan Mesir akan menghadiri konferensi ekonomi internasional yang akan digelar di Bahrain. Pertemuan yang digagas dan dipimpin Amerika Serikat (AS) ini rencananya akan digelar akhir Juni.

Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Arab News pada Rabu (12/6), Gedung Putih memuji keputusan Mesir dan Yordania untuk menghadiri pertemuan tersebut. Kehadiran keduanya dianggap sangat penting, karena mereka secara historis menjadi pemain kunci dalam upaya perdamaian Israel-Palestina.

"Ini adalah berita yang sangat dinanti, sebuah tanda bahwa pertemuan kami sedang mengumpulkan momentum seperti yang telah kami antisipasi," bunyi pernyataan Gedung Putih.



Gedung Putih dalam pernyataanya juga mengatakan bahwa Maroko juga telah mengkonfirmasi akan menghadiri pertemuan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil mengatakan, negaranya memboikot konferensi tersebut. Bassil mengatakan, alasan utama Lebanon tidak akan hadir dalam pertemuan itu adalah karena Palestina menolak pertemuan itu.

“Kami tidak akan berpartisipasi dalam konferensi Bahrain, karena Palestina tidak berpartisipasi dan kami lebih suka memiliki gagasan yang jelas tentang rencana perdamaian yang diusulkan. Kami tidak diajak berkonsultasi mengenai rencana itu," kata Bassil.

Palestina sendiri sebelumnya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memboikot konferensi itu. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memandang pertemuan itu sebagai panggung bagi AS untuk menjual hak-hak warga Palestina.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak