alexametrics

Lebanon Tolak Konferensi Ekonomi Soal Palestina Bikinan AS

loading...
Lebanon Tolak Konferensi Ekonomi Soal Palestina Bikinan AS
Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil mengatakan, negaranya memboikot konferensi ekonomi internasional yang dipimpin AS di Bahrain pada akhir bulan ini. Foto/Istimewa
A+ A-
BEIRUT - Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil mengatakan, negaranya memboikot konferensi ekonomi internasional yang digagas dan dipimpin Amerika Serikat (AS), yang akan berlangsung di Bahrain pada akhir bulan ini.

Bassil mengatakan, alasan utama Lebanon tidak akan hadir dalam pertemuan itu adalah karena Palestina menolak pertemuan itu. Selain itu, papar Bassil, Lebanon juga belum mengetahui rencana perdamaian Israel-Palestina yang akan diajukan oleh AS.

“Kami tidak akan berpartisipasi dalam konferensi Bahrain, karena Palestina tidak berpartisipasi dan kami lebih suka memiliki gagasan yang jelas tentang rencana perdamaian yang diusulkan. Kami tidak diajak berkonsultasi mengenai rencana itu," kata Bassil, seperti dilansir PressTV pada Rabu (12/6).



Palestina sendiri sebelumnya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memboikot konferensi itu. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memandang pertemuan itu sebagai panggung bagi AS untuk menjual hak-hak warga Palestina.

"PLO menegaskan penolakan atas konferensi itu dan belum memberi wewenang kepada pihak mana pun untuk bernegosiasi atas nama rakyat Palestina," kata Komite Eksekutif PLO dalam sebuah pernyataan.

"Tujuan yang dikejar oleh AS untuk konfenrensi ini adalah untuk mulai mengimplementasikan kesepakatan abad ini dan menghubungkannya dengan ekonomi setelah mengambil langkah-langkah dalam mengimplementasikan bagian-bagian politik dari kesepakatan tersebut," sambungnya.

PLO mengatakan, apa yang disebut kesepakatan abad ini hanya akan memperkuat pendudukan Israel dan menghapus hak-hak nasional dan hukum rakyat Palestina.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak