alexametrics

AS Peringatkan, RUU Ekstradisi Bisa Ubah Status Khusus Hong Kong

loading...
AS Peringatkan, RUU Ekstradisi Bisa Ubah Status Khusus Hong Kong
Amerika Serikat (AS) mengaku khawatir dengan amandemen mengenai rancangan udang-undang (RUU) ekstradisi China oleh Hong Kong. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku khawatir dengan amandemen mengenai rancangan udang-undang (RUU) ekstradisi China oleh Hong Kong. Washington menyebut, hal ini dapat membahayakan status khusus yang diberikan kepada wilayah tersebut.

RUU tersebut memungkinkan tersangka kriminal yang diburu Beijing diekstradisi atau dihukum di China. RUU itu akan mulai diperdebatkan parlemen setempat Rabu nanti dan kemungkinan besar akan disahkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus mengatakan, bahwa erosi berkelanjutan dari "satu negara, dua sistem" membahayakan status khusus Hong Kong yang telah lama terjalin dalam urusan internasional.



"AS menyatakan keprihatinan besar tentang amandemen yang diusulkan pemerintah Hong Kong terhadap peraturan pembelaaan untuk para buronan," kata Ortagus, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa (11/9).

Dia mengatakan, demonstrasi damai oleh ratusan ribu orang di Hong Kong yang berlangsung kemarin, jelas menunjukkan oposisi publik terhadap amandemen yang diusulkan.

"Kami berbagi keprihatinan dengan banyak orang di Hong Kong bahwa kurangnya perlindungan prosedural dalam amandemen yang diusulkan dapat merusak otonomi Hong Kong dan berdampak negatif terhadap perlindungan HAM, kebebasan fundamental dan nilai-nilai demokrasi wilayah itu," katanya

Ortagus lalu mengatakan, AS prihatin bahwa amandemen itu dapat merusak lingkungan bisnis Hong Kong dan membuat warga AS yang tinggal di atau hendak mengunjungi Hong Kong terjerat dalam sistem peradilan China yang selalu berubah-ubah.

"Setiap amandemen terhadap undang-undang harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dalam konsultasi penuh dengan berbagai pemangku kepentingan lokal dan internasional yang mungkin terpengaruh oleh amandemen," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak